JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, mengungkapkan bahwa Kelompok Tani Hutan (KTH) kini berperan sebagai motor penggerak perekonomian daerah dengan nilai transaksi ekonomi yang terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Dalam acara Pemberian Penghargaan Teladan Wanalestari Tingkat Nasional 2024, yang berlangsung di Jakarta, Siti Nurbaya memberikan apresiasi kepada kinerja penyuluh kehutanan yang telah berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, salah satunya terlihat dari pertumbuhan nilai transaksi ekonomi yang dicapai oleh KTH. Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), nilai transaksi ekonomi KTH pada tahun 2022 tercatat mencapai sekitar Rp448 miliar. Angka ini mengalami kenaikan yang signifikan pada tahun 2023, dengan nilai transaksi yang meningkat menjadi Rp730 miliar. Lebih lanjut, hingga Juli 2024, nilai transaksi ekonomi KTH sudah mencapai Rp535 miliar, melibatkan 4.736 KTH yang terdaftar dalam sistem data KLHK. Menteri Siti Nurbaya menegaskan bahwa kegiatan KTH tidak hanya memberikan manfaat kepada anggotanya, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah yang berasal dari sub-sektor kehutanan. Dia menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan manifestasi dari arahan yang diberikan kepada jajaran KLHK untuk mendukung perekonomian daerah dan masyarakat melalui berbagai skema dan program, termasuk perhutanan sosial. Dalam kesempatan tersebut, Siti juga menyoroti pentingnya peran penyuluh kehutanan dalam melaksanakan program-program pemberdayaan dan pendampingan masyarakat di lapangan, termasuk di dalamnya keberadaan KTH. Keterlibatan penyuluh kehutanan diharapkan dapat mendorong kemandirian kelompok dalam mengelola kelembagaan, kawasan, serta kegiatan usaha. Selain itu, kelompok diharapkan juga dapat berfungsi sebagai tempat pemagangan dan pelatihan berbagai komoditas kehutanan untuk masyarakat umum. Kinerja baik yang ditunjukkan oleh KTH merupakan bagian dari partisipasi publik dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia. Siti mengungkapkan bahwa performa KTH menunjukkan hasil yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Untuk mengapresiasi kinerja tersebut, penghargaan Teladan Wanalestari diberikan kepada individu dan kelompok yang telah berkontribusi dalam bidang ini. Lebih lanjut, Siti menyatakan bahwa kinerja kolektif KTH juga telah menarik perhatian dan mendapatkan apresiasi dari komunitas internasional, termasuk dalam hal penanganan kebakaran hutan dan lahan, perhutanan sosial, pengelolaan sampah dan limbah, serta penegakan hukum dan konservasi. Langkah-langkah ini diharapkan dapat terus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta menjaga keberlangsungan lingkungan di Indonesia. ANTARA