BANJARMASIN –
**Borneonews**, Hulu Sungai Tengah – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) telah meraih penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) sebagai daerah dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Kalimantan Selatan (Kalsel). Dengan pencapaian ini, HST mencapai 93 desa yang sudah berstatus mandiri. Bupati HST, Aulia Oktafiandi, menyampaikan bahwa berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) 2024 dari Kemendes PDTT, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah tidak ada lagi desa yang tergolong sangat tertinggal maupun tertinggal. Capaian yang diperoleh pada periode ini tidak lepas dari kerja keras seluruh perangkat daerah dan masyarakat dalam mengatasi kemiskinan di desa. Aulia juga menyebutkan bahwa salah satu program unggulan pada tahun 2023, yaitu Ekspedisi Meratus, berkontribusi besar terhadap pencapaian tersebut. Program ini dilaksanakan secara berkelanjutan dengan mengunjungi desa-desa yang berstatus tertinggal, serta memberikan berbagai pelayanan gratis. Pelayanan yang diberikan mencakup kesehatan, pendidikan, dan berbagai layanan sosial lainnya. Atas komitmen dan kerja keras seluruh pihak, semua desa di Kabupaten HST kini telah mencapai status mandiri, maju, dan berkembang. Menurut Bupati, tidak adanya lagi desa berstatus tertinggal menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dalam kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Bupati HST juga mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan atas pencapaian ini, mengingat keterlibatan kepala desa memainkan peran penting dalam komitmen serta kolaborasi dengan pemerintah daerah setempat untuk membangun desa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) HST, Eddy Rahmawan, menekankan bahwa pencapaian ini adalah wujud komitmen Bupati HST untuk mendorong perangkat daerah agar terus berinovasi dalam memberikan pelayanan. Terutama bagi desa-desa yang sebelumnya masih berstatus tertinggal dan sangat tertinggal. Eddy juga menambahkan, “Alhamdulillah, berkat kerja sama yang solid, pada tahun ini sudah tidak ada lagi desa berstatus tertinggal dan sangat tertinggal di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.” Hal ini mencerminkan upaya kolektif yang telah membuahkan hasil nyata dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di daerah ini. ANTARA