BOGOR –
**Borneonews, Kabupaten Bogor** Penjabat Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, menempuh jarak sejauh 61 kilometer untuk mengantarkan bendera pusaka dari kantor bupati yang sebelumnya berada di Desa Malasari, Nanggung, menuju kantor bupati yang sekarang terletak di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Proses pengantaran ini berlangsung pada Kamis, dan menandai momen penting dalam sejarah pemerintahan daerah. Asmawa, bersama dengan anggota paskibraka dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, melakukan penjemputan dan pengantaran bendera pusaka tersebut. Bendera pusaka yang telah lama disimpan di kantor bupati di Malasari itu kemudian akan disandingkan dengan duplikat bendera pusaka dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk dikibarkan di Lapangan Tegar Beriman di Cibinong pada tanggal 17 Agustus 2024. Dalam pernyataannya, Asmawa menyampaikan bahwa kegiatan pengantaran bendera pusaka ini menghabiskan waktu tempuh sekitar tiga jam. Melalui aksi ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya untuk lebih memperkenalkan sejarah kantor bupati yang berada di Malasari kepada masyarakat, khususnya generasi muda. "Untuk di Kabupaten Bogor ini adalah sejarah, yang harus diketahui oleh seluruh warga masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya generasi muda. Ini juga adalah bagian edukasi kita," kata Asmawa. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi tradisi baru bagi Pemerintah Kabupaten Bogor, dengan tujuan untuk memperkuat integrasi sosial serta semangat nasionalisme di tengah perkembangan era teknologi informasi dan perubahan peradaban. Desa Malasari memiliki nilai historis yang sangat signifikan, karena di sinilah terdapat kantor pemerintahan Kabupaten Bogor yang pertama kali dibangun pada masa bupati periode 1948-1949, yaitu Ipik Gandamana. Rumah bersejarah yang berdiri di kaki Gunung Halimun ini dulunya merupakan tempat Ipik Gandamana menjalankan pemerintahan Bogor selama delapan bulan di tengah agresi penjajahan, hingga terjadinya gencatan senjata antara TNI dan tentara Belanda. "Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa tempat ini tetap terawat, terjaga, dan lestari. Bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai catatan bagi generasi penerus di Kabupaten Bogor," ujar Asmawa menekankan pentingnya pelestarian situs bersejarah tersebut. ANTARA