SURABAYA –
**Borneonews**, Surabaya - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi setempat siap untuk membangun kantor penghubung di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dalam rapat khusus yang diadakan beberapa waktu lalu. Adhy Karyono menjelaskan bahwa arahan presiden mendorong provinsi yang mampu untuk membangun sendiri kantor penghubungnya. "Kami sendiri sejak kemarin ingin mencari tempatnya," ungkapnya dalam konferensi pers di Surabaya, Jawa Timur. Dalam rencana pembangunan tersebut, Adhy menyebut bahwa sejumlah usulan kavling atau lokasi untuk kantor penghubung akan dibahas bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembahasan ini bertujuan untuk memutuskan apakah kantor penghubung akan dibangun oleh pemerintah pusat atau masing-masing pemerintah provinsi. Keberadaan kantor penghubung ini diharapkan akan dipusatkan dalam satu kompleks, bekerjasama dengan provinsi lain. Selain itu, Adhy menambahkan kemungkinan pembangunan wisma penginapan tamu, mengingat saat ini hanya terdapat satu hotel di wilayah IKN. "Baru akan dibangun kontraknya dengan sekitar enam atau tujuh hotel lagi di IKN. Jadi kemarin kita menginap di hotel itu istilahnya baru percobaan," jelasnya. Lebih lanjut, Adhy menegaskan bahwa adanya kantor penghubung di IKN tidak akan menutup kantor penghubung yang saat ini berada di Jakarta. "Kalau perlu, kantor penghubung diperbanyak. Kita juga punya wisma di Bali itu bagus," katanya. Kepala Badan Penghubung Jatim di Jakarta, Zainal Fanani, menjelaskan bahwa rencana pembangunan kantor penghubung di IKN telah cukup detail. Rencananya, kantor tersebut akan dibangun secara terintegrasi dengan provinsi lain. Lokasi pembangunan bahkan telah ditentukan di Kompleks Titik Nol IKN. Zainal menyatakan, "Kita sudah tiga kali koordinasi dengan Kementerian PUPR dan forum badan penghubung. Terakhir sudah ditunjukkan lokasi dan gambar desain bangunannya. Tapi soal anggarannya masih dibicarakan antara provinsi atau pusat." Ia juga menambahkan bahwa untuk wisma, akan dibangun dalam radius yang lebih jauh dari IKN, karena izin pembangunan gedung di wilayah tersebut cukup ketat. Terkait dengan personel aparatur sipil negara (ASN) yang akan ditugaskan di kantor penghubung IKN, Zainal mengaku bahwa hingga saat ini belum ada petunjuk detailnya. Namun, pihaknya telah menawarkan kesempatan kepada ASN Badan Penghubung yang bersedia berpindah ke IKN. "Cuma kita belum tahu, kriteria ASN yang bisa ditugaskan ke IKN. Karena mungkin ada batas usia tertentu. Sementara di Badan Penghubung ini ada 66 ASN yang rata-rata usianya sudah menjelang pensiun," tambahnya. ANTARA