MATARAM –
**Borneonews**, Mataram - Pemerintah Kota Mataram, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, menunjukkan komitmen yang kuat untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Hal ini dilakukan melalui upaya keterbukaan informasi publik. Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi salah satu program utama dari pasangan HARUM, yang merupakan akronim dari Harmoni, Aman, Ramah, Unggul, dan Mandiri. Program ini sejalan dengan misi kelima dari visi Kota Mataram. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Nusa Tenggara Barat. Acara ini dihadiri oleh Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB, Sansuri, bersama Wakil Ketua HM Zaini dan Komisioner Koordinator Bidang Kelembagaan, Asraruddin, beserta jajaran mereka. Lalu Alwan Basri menjelaskan bahwa relevansi keterbukaan informasi publik di Mataram bukan hanya sekadar bentuk komitmen, tetapi juga merupakan pencapaian misi kelima dari visi Kota Mataram itu sendiri, yaitu untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan partisipasi publik. Ia mengungkapkan, "Kami berkomitmen mewujudkan pelayanan informasi yang transparan dan akuntabel, guna memenuhi hak masyarakat dalam mengakses informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan." Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah juga memaparkan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Mataram. Beberapa langkah tersebut meliputi penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital. Lebih lanjut, Pemerintah Kota Mataram telah mengimplementasikan berbagai inovasi dalam layanan informasinya. Salah satunya adalah penyediaan anggota tim Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) yang terlatih untuk berkomunikasi dengan masyarakat difabel menggunakan bahasa isyarat. Pemerintah kota juga telah menyediakan sarana informasi yang lengkap dan mudah diakses. Informasi ini disediakan melalui berbagai media, baik elektronik maupun non-elektronik. “Saat ini, kami telah menambahkan petugas penerjemah bahasa isyarat untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang difabel, dapat mengakses informasi dengan mudah,” tutup Lalu Alwan Basri. Inisiatif ini mencerminkan upaya yang serius dari Pemerintah Kota Mataram dalam memastikan bahwa semua lapisan masyarakat dapat mendapatkan akses informasi yang mereka butuhkan. ANTARA