**Borneonews**, IKN - Tim medis akan memantau risiko terjadinya heatstroke pada Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan yang akan berlangsung di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada tanggal 17 Agustus 2024. Pertimbangan ini muncul mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, baik panas maupun dingin, sehingga diperlukan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya masalah kesehatan seperti heatstroke.
Koordinator tim medis di Kemenko Post 1, Adam Kristy, mengungkapkan bahwa upacara tersebut akan dilaksanakan antara pukul 05.10 waktu setempat hingga siang. "Dengan durasi yang lama di bawah terik matahari, kita perlu berhati-hati," ujarnya. Ia menambahkan bahwa tim medis telah diberikan instruksi untuk waspada terhadap individu yang mengalami masalah kesehatan selama upacara.
Selain mengantisipasi heatstroke, tim medis juga akan siap menghadapi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang disebabkan oleh debu konstruksi dan gigitan serangga, mengingat daerah Ibu Kota Nusantara dikelilingi oleh banyak tanaman. "Saat ini telah ada kasus ISPA. Saya tidak bisa mengungkapkan rekamannya, tetapi yang paling banyak adalah kasus ISPA pada saat ini," kata Adam Kristy.
Menurutnya, kasus ISPA muncul karena IKN masih dalam tahap pembangunan. Oleh karena itu, masyarakat perlu waspada terhadap debu yang dihasilkan dari lalu lintas kendaraan dan pekerjaan konstruksi di kota tersebut. Adam juga menjelaskan bahwa tim medis akan disebar di lima pos dan satu pos VVIP di area Ring 1 Istana Presiden, dengan mempersiapkan obat-obatan untuk mengantisipasi masalah kesehatan yang mungkin terjadi.
"Kami memprioritaskan penanganan kasus heatstroke dengan menyediakan obat-obatan medis. Untuk pendinginan, kami telah menyiapkan pendingin udara dan bantalan pendingin. Semua kebutuhan ini telah disuplai oleh Sekretariat Negara," tambahnya. Selain itu, tim medis juga telah menyiapkan obat-obatan untuk mengobati gigitan serangga, guna memastikan kesehatan peserta selama acara berlangsung.
ANTARA
Tim Medis Siaga Antisipasi Heatstroke di IKN pada 17 Agustus 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Korban Karhutla Bromo Kembali Meninggal Dunia di RSUD Dr Soetomo
Kemendikdasmen Beri Fleksibilitas Susulan TKA untuk Wilayah Karhutla
James T. Collins: Hilangnya Bahasa Daerah Ancam Identitas Etnis Dayak Tola'
Bupati Gumas Dukung Polri Berantas Sarang Narkoba secara Berkelanjutan
Pemkab Kobar Dorong Akses Keuangan Merata, UMKM hingga Masyarakat Desa Jadi Sasaran
Menteri PKP Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pengadaan
Komentar (0)
Memuat komentar…







