BORNEONEWS, Palangka Raya - Bunda Forum Anak Daerah Kalteng Ivo Sugianto Sabran mengajak berbagai kalangan untuk menjaga intervensi pencegahan stunting.
Ivo menuturkan telah dilaksanakan intervensi serentak mengenai pencegahan stunting, dan Provinsi Kalteng dengan capaian mencapai 99,4 persen pada bulan Juli 2024.
"Mudah-mudahan ini senantiasa terus dipertahankan dan ditingkatkan," ungkap Ivo saat menghadiri Rakorda DP3APPKB di Palangka Raya, Kamis, 15 Agustus 2024.
Ia menyebutkan, berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 berkaitan dengan stunting, Provinsi Kalteng berada pada peringkat 17 terendah dari 38 provinsi, yaitu di angka 21,5 persen.
"Angka ini sudah turun 3,4 persen dibanding tahun 2022 lalu. Mudah-mudahan dengan kerja keras, sinergitas dan koordinasi lintas sektor, kita bisa mencapai target untuk tahun depan, yaitu target nasional untuk Kalteng 15,4 persen," bebernya.
--page
Sebagai informasi, stunting adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya karena kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan otak, kemampuan kognitif, dan kesehatan anak dalam jangka panjang. Di Indonesia, stunting menjadi perhatian serius karena prevalensinya yang cukup tinggi, dan berbagai program telah diluncurkan untuk menanggulangi masalah ini. (HERMAWAN DP/H)









