BANGKA BELITUNG –
**Borneonews**, Pangkalpinang - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat bahwa realisasi investasi pada triwulan II tahun 2024 mencapai Rp7,6 triliun. Kepala DPMPTSP Provinsi Babel, Darlan, menyampaikan informasi mengenai realisasi investasi tersebut di Pangkalpinang. Ia menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil terbesar yang berasal dari sektor pertambangan, dengan kontribusi sekitar Rp2 triliun. Selain itu, terdapat juga kontribusi dari bidang industri logam dasar serta barang logam yang bukan mesin dan peralatannya. Darlan mencatat bahwa sektor industri makanan, termasuk minyak sawit mentah (CPO), tanaman pangan, perkebunan, peternakan, serta perdagangan dan reparasi juga turut berkontribusi terhadap investasi meskipun dalam nilai yang relatif kecil. Dalam perspektif yang lebih luas, ia juga mengungkapkan bahwa mencapai 30 persen dari target nasional investasi yang ditetapkan sebesar Rp25 triliun. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, realisasi investasi triwulan II tahun 2023 sebesar Rp6,3 triliun menunjukkan pertumbuhan yang signifikan year on year (yoy). Menurut Darlan, Kota Pangkalpinang menjadi wilayah dengan sebaran investasi tertinggi di Babel. Hal ini dipengaruhi oleh kinerja PT Timah yang beroperasi di Bangka Barat, meskipun kantor pusatnya berada di Kota Pangkalpinang. Investasi dari sektor pertambangan di Pangkalpinang menyumbang Rp1,7 miliar, dan sektor listrik dan gas menyumbang Rp1,5 miliar. Investasi tersebut berhasil menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 1.128 orang dan juga melibatkan 21 tenaga kerja asing. Dalam konteks penanaman modal di tingkat nasional, untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), Babel menempati posisi ke-11 dengan total investasi Rp4,1 miliar yang terdiri dari 1.532 proyek. Sementara itu, untuk penanaman modal asing (PMA), Babel berada di posisi ke-28 dengan investasi yang mencapai 13,2 juta dolar AS dan melibatkan 181 proyek. ANTARA