**Borneonews, Jakarta** - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyerukan pentingnya membangun persatuan dan kesatuan untuk mewujudkan swasembada pangan. Hal ini disampaikan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).
Dalam pernyataannya, Mentan mengungkapkan, "Dirgahayu ke-79, Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita jaga kesatuan, kolaborasi, dan kebersamaan agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia maksimal 3 tahun ke depan." Pernyataan ini disampaikan setelah ia memimpin acara gerak jalan bersama pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) di Tangerang, Banten.
Mentan memimpin serangkaian acara perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia di Tangerang. Dalam kesempatan ini, ia mengungkapkan harapan besarnya untuk pertanian Indonesia di Hari Kemerdekaan yang ke-79. Selain gerak jalan, Mentan juga turut memantau dan mengikuti sejumlah lomba yang diadakan untuk merayakan HUT kemerdekaan tersebut. Salah satu lomba unik yang menonjol adalah lomba bongkar pasar traktor tangan, di mana beberapa Eselon I dan II Kementan ditantang untuk merakit traktor hingga berfungsi kembali.
Mentan menyampaikan, "Teman-temanku sekalian, yang ada lomba yang menarik bongkar traktor, ini kerjaan saya, aku suruh bongkar semua (traktor). Bautnya ternyata alhamdulillah berhasil pasang kembali. Itu menunjukkan bahwa pegawai Kementan paham, mampu membongkar, dan mampu memasang sampai hidup kembali."
Ia berharap lomba tersebut dapat menjadi simbol komitmen Kementan untuk membangun kembali pertanian Indonesia demi mencapai swasembada. Saat ini, menurut Amran, Kementan sedang gencar melaksanakan tiga gerakan akselerasi produksi pangan. Program yang dilaksanakan mencakup pompanisasi, penambahan areal tanam (PAT) melalui optimalisasi lahan (Oplah), serta tumbang sisip padi gogo.
Mentan juga mengakui bahwa Eselon I dan II Kementan telah ditugaskan untuk menjadi penanggung jawab di 13 provinsi yang merupakan sentra produksi pangan di Indonesia. Tugas ini bertujuan untuk mengawasi secara langsung akselerasi produksi pangan di wilayah masing-masing.
"Inilah momentum-momentum yang terbaik untuk Indonesia, untuk pertanian. Sektor pertanian terbang lebih tinggi, dan kami yakin, itu akan bisa kita capai," kata Mentan.
Ia juga mengklaim bahwa produksi padi telah menunjukkan peningkatan pada bulan Agustus, yang diperkirakan juga akan berlanjut di bulan September, sesuai dengan prediksi Kerangka Sample Area (KSA). "Boleh dicek, selama 10 tahun, tertinggi produksi di musim kemarau oleh kita terjadi pada bulan sembilan, yaitu 2,9 juta ton. Ini hasil kita Oplah," imbuhnya.
Pada momentum Hari Kemerdekaan Indonesia ini, Mentan menegaskan pentingnya semangat kemerdekaan untuk semakin berkobar dalam pertanian Indonesia. Menurutnya, "Indonesia menjadi lumbung pangan, petani semakin sejahtera, dan kehidupan petani akan lebih baik. Makanya, obor lumbung pangan Indonesia akan dinyalakan ke seluruh dunia."
Mentan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan di bidang pertanian. Ia menyadari bahwa progres positif ini dapat dicapai berkat kerja sama yang saling bersinergi seperti obor kemerdekaan. "Tanpa kalian, aku tidak bisa berbuat banyak, tetapi kalau kita bergerak bersama-sama, 19 ribu pegawai kita, bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) sebanyak 40 ribu, dan kita dibantu TNI. Jika semua ini bergerak, aku yakin kita akan getarkan dunia lewat pangan," tutup Mentan.
ANTARA
Mentan Serukan Swasembada Pangan Sambut HUT ke-79 RI
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Salat Jum'at di Masjid Al Hidayah Banjarmasin
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Komentar (0)
Memuat komentar…







