**Borneonews**, Jakarta - Para lansia yang dievakuasi ke sebuah sekolah di Manggarai, Jakarta Selatan, saat ini mengalami kekurangan bubur dan obat-obatan setelah kebakaran yang menghancurkan area tersebut pada malam hari, Selasa (13 Agustus).
Cici, seorang pengungsi yang memerhatikan kebutuhan ibunya yang berusia 69 tahun, mengungkapkan, "Kami membutuhkan bubur untuk ibu saya, karena dia tidak bisa makan nasi," dalam keterangannya pada hari Kamis. Makanan yang diberikan kepada para pengungsi saat ini hanyalah nasi biasa, sementara bubur yang sangat dibutuhkan belum tersedia.
Ibu Cici menderita diabetes dan hipertensi serta terpaksa terbaring di tempat tidur. Cici menambahkan, "Oleh karena itu, saya membeli biskuit khusus lansia dan susu; jika tidak, dia tidak bisa makan." Meski tim medis sudah memberikan obat-obatan, kondisinya tetap mengkhawatirkan. Ibu Cici masih terus batuk dan tidak dapat tidur dengan nyenyak.
Sukirman, Kepala Rukun Tetangga (RT) 02, juga menyatakan bahwa warga yang terkena dampak kebakaran memerlukan pasokan barang-barang untuk perempuan dan obat-obatan. Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Yudi Dimyati, menyampaikan bahwa pihaknya telah mendistribusikan obat untuk diabetes dan tekanan darah tinggi kepada para pengungsi.
"Pada hari ketiga dan seterusnya setelah insiden ini, kami mempersiapkan obat-obatan rutin seperti untuk diabetes mellitus dan hipertensi," kata Dimyati. Selain itu, terdapat persiapan obat untuk mengobati luka, masalah pernapasan, serta analgetik dan antibiotik bagi warga yang membutuhkan.
Dinas Kesehatan juga telah membuka dua pos layanan 24 jam dan tiga Pusat Kesehatan Bergerak untuk memberikan layanan kepada para korban kebakaran di Manggarai. Sebelumnya, Badan Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan mengerahkan 126 personel untuk memadamkan api yang melahap rumah-rumah di Jalan Remaja 5, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada hari Selasa (13 Agustus) sekitar pukul 02.30 waktu setempat.
Kebakaran tersebut mengakibatkan 3.332 orang dari 1.172 keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menduga penyebab kebakaran ini adalah akibat hubungan arus pendek.
ANTARA
Kebutuhan Mendesak Lansia Setelah Kebakaran di Manggarai
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Tokoh Lintas Agama Kalteng Tekankan Kebersamaan Hadapi Kemarau dan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







