SEMARANG –
**Borneonews**, Temanggung - Warga Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar acara merti bumi sebagai upaya untuk menjaga kelestarian alam. Acara ini diadakan dengan harapan bahwa ketika saatnya tiba untuk menanam tembakau atau tanaman lainnya, hasilnya akan memuaskan dan memiliki nilai jual yang tinggi. Camat Bulu, Panca Pastianto, menjelaskan bahwa pelaksanaan merti bumi tahun ini diikuti oleh sekitar 100 gabungan kelompok tani (gapoktan). Acara ini juga dilaksanakan sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan merti bumi ini menjadi agenda tahunan yang digelar bekerja sama dengan pemerintah desa setempat. Mayoritas petani di Kecamatan Bulu biasanya menanam tembakau pada musim kemarau. Panca berharap, kualitas tembakau yang akan dipanen tahun ini sangat baik dan dapat mendatangkan harga yang tinggi bagi para petani. Pada acara merti bumi tersebut, berbagai elemen masyarakat turut berpartisipasi. Hal ini termasuk para kepala desa, sekretaris desa, dan perangkat desa lainnya. Selain itu, warga juga menikmati pentas seni wayang dan pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang disajikan dalam rangka memeriahkan acara. Dalam kegiatan ini, warga juga memperebutkan gunungan yang berisi berbagai buah dan sayuran. Tradisi perebutan gunungan ini melambangkan harapan bahwa tanah yang ditanami buah-buahan dan sayur-sayuran dapat memberikan hasil panen yang baik dan terjual dengan harga tinggi. Triyanto, seorang petani asal Bulu, berharap agar harga tembakau dengan kategori gread D bisa mencapai di atas Rp100.000 per kilogram. Ia berpendapat bahwa jika harga tembakau lebih tinggi, kesejahteraan petani akan meningkat, terutama setelah beberapa tahun terakhir harga tembakau terpuruk. "Untuk saat ini, belum semua petani melakukan panen. Kami masih dalam tahap pemetikan pertama, sehingga hasilnya masih sedikit dan belum diolah menjadi keranjangan," tambahnya. ANTARA