JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera membangun rumah susun sebagai solusi bagi para penyintas kebakaran di RW 06 dan RW 12, Manggarai, Jakarta Selatan. Dalam penjelasannya, Jusuf Kalla menyatakan, "Solusi yang terbaik yaitu rumah susun karena menghindari banyak kebakaran lagi." Ungkapan ini mencerminkan urgensi dalam menangani masalah hunian setelah terjadinya kebakaran yang mengakibatkan banyak kerugian. Menurut Jusuf, pembangunan rumah susun sangat penting mengingat kondisi sebelumnya di kawasan tersebut, di mana rumah-rumah berdempetan dan bersifat semi permanen. Situasi ini berpotensi meningkatkan risiko kebakaran berulang, terutama jika terjadi korsleting listrik atau ledakan gas. “Terlebih, jika ada korsleting listrik maupun gas meledak, maka bisa menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya dengan mudah,” tambahnya, menunjukkan keprihatinan terhadap kondisi yang ada. Lebih jauh, ia menekankan pentingnya keberadaan rumah susun yang dapat memberikan keamanan dan kebersihan bagi penghuninya, serta membantu menghemat lahan. "DKI kan dananya besar, jauh lebih baik ini diinginkan perhatian sejak awal," ujarnya, menegaskan harapan akan kebijakan yang lebih berpihak pada keselamatan warga. Dalam kesempatan tersebut, PMI telah memberikan bantuan tahap pertama untuk keadaan darurat, yang mencakup penyediaan pakaian, tenda, dan kebutuhan mendasar lainnya bagi para penyintas. Jusuf Kalla menekankan, "Tidak mungkin mereka hidup begini, rumahnya habis, harus ada solusi." Pendekatan ini menunjukkan komitmen PMI untuk meringankan beban para korban. Kebakaran tersebut terjadi pada hari Selasa, 13 Agustus, sekitar pukul 02.30 WIB, dan menghanguskan sekitar 200 rumah semi permanen di RW 06 dan RW 12, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Insiden yang menghebohkan ini juga menyebabkan 3.332 jiwa dari 1.172 kepala keluarga terpaksa diungsikan ke tempat yang lebih aman. Beruntung, insiden ini tidak mengakibatkan korban jiwa, meskipun tujuh orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kebakaran tersebut. Dengan berbagai kejadian yang telah terjadi, kebutuhan akan solusinya semakin mendesak. ANTARA