BANDA ACEH –
**Borneonews**, Banda Aceh - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengungkapkan bahwa pembangunan sejumlah venue untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) perlu dipercepat. Mengingat progres pembangunan yang ada saat ini belum menunjukkan hasil yang signifikan, hal ini menjadi perhatian para anggota dewan. Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani, menyatakan bahwa sementara venue yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah menunjukkan peningkatan yang baik, pembangunan dari APBA memerlukan upaya yang lebih ekstra. Hal ini disampaikan Falevi Kirani ketika melakukan peninjauan ke beberapa lokasi pembangunan venue PON di kompleks Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh. Hasil dari peninjauan tersebut menunjukkan bahwa beberapa venue yang dibangun dengan dana APBA masih diragukan dapat diselesaikan sebelum pelaksanaan PON, khususnya arena panjat tebing. "Panjat tebing itu yang kita lihat sama-sama tadi. Masih kita ragukan. Maka kami tekankan kepada kontraktor untuk bekerja ekstra, sebelum pembukaan harus rampung semua," tegasnya. Di sisi lain, untuk venue PON yang menggunakan APBN, Falevi menuturkan bahwa progresnya cukup baik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Stadion Harapan Bangsa yang akan menjadi lokasi pembukaan PON. "Progresnya sudah lebih dari 90 persen untuk stadion utama. Tinggal sedikit lagi, kemudian perawatan rumput. Katanya, dua pekan sebelum pembukaan sudah siap," tambahnya. Falevi juga mengingatkan Pemerintah Aceh atau Panitia Besar PON (PB-PON) Aceh agar tidak bersantai dalam mempersiapkan segala kebutuhan PON. Pembangunan infrastruktur dan persiapan lainnya, seperti transportasi dan akomodasi, harus selesai sebelum kegiatan tersebut berlangsung pada 8 September 2024. "Kegiatan PON ini tidak boleh dipandang enteng, karena menyangkut harga diri dan martabat Aceh. Kami harapkan PB-PON dan semua sektor terkait harus serius dalam menyiapkan segala sesuatunya," tutup Falevi Kirani. ANTARA