**Borneonews**, Ambon - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Maluku baru-baru ini menggelar lomba bertutur anak dengan tujuan untuk meningkatkan literasi di kalangan anak-anak. Penjabat Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Nita Sadali, menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan dengan tema yang fokus pada peningkatan budaya baca anak melalui bercerita.
Nita menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kegemaran membaca dan literasi anak, serta kecintaan terhadap cerita rakyat. Cerita rakyat merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai luhur, tradisi, dan sejarah suatu daerah, sehingga sangat berharga untuk dikenalkan kepada generasi muda.
Lomba bertutur ini dilakukan dalam kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maluku dan diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dari seluruh Provinsi Maluku. Nita menegaskan bahwa acara ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan upaya untuk mengembangkan budaya literasi di kalangan siswa.
"Dalam era yang serba digital ini, kemampuan bertutur dan membaca menjadi sangat penting," ungkap Nita. Budaya baca, katanya lebih lanjut, merupakan salah satu fondasi utama untuk membangun peradaban yang maju. Di tengah kemajuan teknologi yang cepat dan informasi yang instan, tantangan untuk menanamkan kebiasaan membaca, terutama di kalangan anak-anak, semakin besar.
Ia menambahkan bahwa literasi sangat penting dalam pengembangan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas anak-anak. Budaya baca tidak muncul begitu saja, melainkan perlu ditanamkan dan dibina melalui tiga pilar utama, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat.
TP-PKK sebagai mitra pemerintah mengambil peran aktif dalam mendukung program peningkatan budaya literasi untuk anak melalui program Gelari Pelangi, yang merupakan Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi. Program ini mengedepankan pentingnya perhatian terhadap pendidikan dan literasi anak sejak dini, dengan cara menumbuhkan minat baca dan belajar pada anak-anak.
Nita mengajak semua pihak untuk menjadikan kegiatan bercerita sebagai jembatan untuk menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan anak-anak. Dengan adanya sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat, harapannya kegiatan ini dapat memberikan dampak positif. Diharapkan, lomba bertutur ini dapat menumbuhkan semangat literasi di kalangan siswa-siswi, sehingga melahirkan generasi muda yang tidak hanya pandai bertutur kata, tetapi juga memiliki pengetahuan yang luas dan berpikir kritis.
ANTARA
Lomba Bertutur Anak Maluku Tingkatkan Literasi dan Budaya Baca
Bagikan:

AMBON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







