**Borneonews**, Jakarta - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Nasional untuk menyelidiki kasus dugaan bunuh diri seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di Istana Wakil Presiden di Jakarta.
Menteri Budi Gunadi Sadikin menunjukkan bahwa tim audit telah dikirim untuk bekerja dengan pihak kepolisian setempat guna meneliti kasus bunuh diri tersebut. Ia menegaskan bahwa berbagai bukti terkait kasus ini telah ditemukan, termasuk sebuah buku harian milik korban. "Di dalam buku hariannya, kita bisa mempelajari tentang kepribadiannya. Nanti, kami akan mengkonfirmasi fakta tersebut. Jika terbukti berdasarkan kenyataan, sanksi tegas akan dikenakan kepada pihak yang bertanggung jawab," ungkapnya.
Lebih lanjut, Budi juga meminta untuk mengevaluasi kegiatan PPDS Anestesi di Rumah Sakit Kariadi Semarang. Ia menekankan bahwa praktik bullying yang bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja yang kuat dan tidak rewel adalah tindakan yang tidak bisa diterima. "Pendidikan spesialis Anestesi di Undip dan Rumah Sakit Kariadi harus disusun dengan baik. Kita bisa menghasilkan tenaga kerja yang tangguh tanpa melalui praktik bullying yang berpotensi menyebabkan kematian," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan yang saat ini menjabat, Siti Nadia Tarmizi, menyatakan bahwa pengawasan terhadap PPDS adalah tanggung jawab Fakultas Kedokteran Pendidikan Spesialis Undip, dan bukan Rumah Sakit Kariadi. Namun demikian, ia menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan juga perlu terlibat dalam kasus ini, mengingat korban menjalani pendidikan di Rumah Sakit Kariadi yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan.
Tarmizi menegaskan bahwa tujuan dari investigasi ini adalah untuk memberikan kejelasan mengenai adanya elemen bullying, dan hasil dari penyelidikan diharapkan dapat dirilis dalam waktu satu minggu. Sebelumnya, pada hari Senin (12 Agustus), seorang mahasiswa PPDS dari Universitas Diponegoro ditemukan meninggal yang diduga akibat bunuh diri di tempat kosnya di Lempongsari, Kota Semarang. Kematian korban yang berinisial AR diduga terkait dengan praktik bullying di tempatnya menempuh pendidikan.
ANTARA
Investigasi Bunuh Diri Mahasiswa PPDS Undip, Tindak Lanjut Kemenkes
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelatih Interim Arema: Kemenangan atas Dewa karena Maksimalnya Taktik
2 Gol Injury Time Bawa Inter Milan Comeback 2-1 atas Fiorentina
Timnas Indonesia U15 Telan Kekalahan 0-3 dari Wales
Adam Alis Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib atas Garudayaksa 2-1
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…






