**Borneonews**, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan pentingnya menjadikan museum sebagai tempat yang inspiratif dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan, terutama dari kalangan anak muda. Dalam sebuah pernyataan, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Warsito, mengungkapkan perlunya perubahan paradigma dalam memandang museum. Ia menyatakan bahwa museum seharusnya tidak hanya dianggap sebagai lokasi untuk menyimpan koleksi, tetapi juga sebagai tempat untuk belajar dan bersantai yang dapat memberikan inspirasi.
Warsito menekankan bahwa institusi pendidikan perlu berperan aktif dalam hal ini. Ia mendorong semua institusi pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga pendidikan dasar dan menengah, untuk menjadikan kunjungan ke museum sebagai prioritas dalam kegiatan wisata edukasi yang mereka selenggarakan. "Kita perlu mengadakan kunjungan ke museum-museum yang ada di sekitarnya," kata Warsito, yang menekankan bahwa langkah ini akan memberikan pengenalan yang lebih berarti mengenai sejarah kepada para siswa.
Dalam upaya mendukung tujuan tersebut, Kemenko PMK pun aktif berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga teknis lainnya untuk mempromosikan kunjungan ke museum di kalangan anak muda. Salah satu cara yang diusulkan adalah dengan memasukkan kegiatan wisata ilmiah ke dalam kurikulum pendidikan, terutama yang berkaitan dengan museum yang ada di sekitar lingkungan sekolah.
Warsito juga mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai museum, dengan harapan mereka dapat memahami sejarah, mencari tahu identitas bangsa, dan mendapatkan inspirasi dari berbagai koleksi yang ada. "Melalui kunjungan, kita dapat belajar dan mencari semua yang positif untuk memajukan museum kita," ujar Warsito, yang percaya bahwa pemahaman sejarah akan memperkuat rasa cinta tanah air pada generasi mendatang.
ANTARA
Kemenko PMK, Museum Harus Jadi Tempat Inspiratif bagi Anak Muda
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Induk Orangutan Terluka Tetap Jaga Anaknya di Tengah Kepungan Karhutla Desa Kandan Kotim
664 Hektare Eks Konsesi PWN di Lamandau Terbakar
Sembunyikan Sabu Seberat 306,7 Gram di Bawah Kasur, Bandar Narkoba di Sampit Dibekuk Polisi
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Komentar (0)
Memuat komentar…







