KUPANG –
**Borneonews**, Labuan Bajo - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan bahwa ia telah melakukan koordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk menambah alokasi bahan bakar minyak (BBM) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil guna mengatasi potensi kelangkaan BBM di daerah yang kini sedang mengalami masa puncak kunjungan wisata. Sandiaga menekankan pentingnya menjaga pasokan BBM agar tidak terganggu, sehingga mobilitas masyarakat dan wisatawan di Labuan Bajo tetap lancar. Ia menyatakan, "Ini pas saat kita lagi *peak season*, jadi jangan sampai nanti ada kelangkaan BBM yang akhirnya berdampak pada mobilitas masyarakat di sini, maupun juga para wisatawan." Dalam pernyataannya, Menparekraf merujuk pada isu kelangkaan yang juga diangkat oleh seorang investor dalam kegiatan Investor Roundtable Discussion di Labuan Bajo pada Rabu, 7 Agustus. Ia mengungkapkan bahwa saat ini, ia menyaksikan antrean kendaraan yang cukup panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Labuan Bajo. Oleh karena itu, pemerintah berupaya agar pasokan BBM tidak terganggu, sehingga sektor pariwisata di Labuan Bajo tidak terdampak. "Jangan sampai mereka (wisatawan) tidak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan karena kelangkaan BBM. Saya akan berkoordinasi langsung dengan Direktur Utama Pertamina," tambahnya. Menparekraf juga mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera mengatasi hambatan distribusi BBM dari Reo, Kabupaten Manggarai menuju Labuan Bajo akibat perbaikan jalan di wilayah Cireng, Kabupaten Manggarai. Ia menekankan, "Harus diakselerasi, jangan sampai distribusi logistik dan stok BBM ini justru terkendala minimnya infrastruktur. Ini akan kita dorong dan kita percepat, saya juga akan berproses dengan Menteri PUPR." Di sisi lain, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, Efendi, menyampaikan harapan agar masalah kelangkaan BBM segera teratasi agar tidak berdampak buruk pada sektor pariwisata di daerah tersebut. Menurutnya, perhatian dari pelaku usaha lokal sangat diperlukan dalam menghadapi situasi ini. Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) telah mengambil langkah dengan melakukan penjadwalan lebih awal untuk pengiriman bahan bakar minyak di sejumlah SPBU di Labuan Bajo. Ahad Rahedi, Area Manager Comm, Rel, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, menjelaskan bahwa pihaknya telah memonitoring dan menjadwalkan pengiriman BBM di daerah tersebut untuk mengantisipasi kelangkaan. "Kami sudah memonitoring dan penjadwalan lebih awal pengiriman BBM di SPBU di Labuan Bajo," ujar Ahad. Pernyataan ini merujuk pada pemberitaan mengenai dugaan kelangkaan BBM yang menyebabkan antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar. Selain itu, Pertamina juga telah melakukan koordinasi dengan Polres Manggarai Barat untuk menertibkan antrean di SPBU bersama dengan pengawas SPBU. Pertamina juga mengaktifkan skema alternatif jalur suplai dari terminal BBM (TBBM) Bima di Nusa Tenggara Barat dan mengirimkan armada mobil tangki perbantuan dari TBBM Ende dan TBBM Maumere untuk mempercepat pengiriman BBM ke SPBU. Kehadiran berbagai usaha kolaboratif ini diharapkan dapat mengurangi dampak kelangkaan dan memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia di daerah wisata yang sedang berkembang ini. ANTARA