BORNEONEWS, Barito Utara - Bupati Barito Utara H Nadalsyah melaksanakan buka puasa bersama (Bukber) dengan warga Desa Malawaken, Kecamatan Teweh Baru, dalam rangka Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten tahun 1437 H/2016 M, Senin (20/6/2016) di Masjid Miftahul Khair, Desa Malawaken.

Sebelum memulai acara buka bersama bupati memberikan sambutanya yang mengajak seluruh warga menjaga kemanan dan ketertiban setelah itu dilanjutkan dengan pemberian paket berbuka puasa dan menyerahkan kitab suci Alquran kepada panitia Masjid, di sertai dengan mendengarkan tausiyah dari Pengasuh Ponpes Yasin Muara Teweh Ustadz H Rusmadi D, LC.

Pada kesempatan itu Bupati Barito Utara H Nadalsyah mengajak warga agar di bulan puasa untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

“Ini agenda Safari Ramadan dan buka puasa bersama yang merupakan agenda rutin, di mana bulan untuk mendapatkan pahala, kebajikan, dan amal, dan menciptakan karakter pribadi yang tangguh. Untuk itu mari kita bersama menjaga desa ini menjadi desa yang mandiri dan berdaya saing,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pemerintah kabupaten selalu berupaya mengalokasikan dana untuk setiap kecamatan, khususnya untuk Kecamatan Teweh Baru, antara lain pada fasilitas umum dengan adanya paket srategis dan non strategis yang mulai pengerjaannya pada triwulan II ini.

Selain itu dalam rangka mewujudkan pembangunan di bidang keagamaan, pemerintah kabupaten selalu berupaya mengalokasikan dana hibah untuk kegiatan keagamaan baik untuk pembangunan rumah ibadah maupun pembinaan umat beragama ataupun kegiatan keagamaan lainnya tahun 2016 sebesar Rp635 juta. Sedangkan sektor pendidikan dialokasikan sebesar Rp2.882.600.000,- serta dari tata pemerintahan akan melanjutkan turap Kantor Kecamatan Teweh Baru dan ruang rapat Kantor Kelurahan Jambu sebesar Rp749.710.000.

“Saya menyampaikan ucapan terimakasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada tokoh-tokoh agama dan seluruh umat islam di Kecamatan Teweh Baru atas kontribusinya dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun dan damai. Saya berharap masyarakat Malawaken dapat menjadi contoh serta barometer kerukunan umat beragama kepada kecamatan lainnya. Sebab walaupun kita berbeda keyakinan, namun tetap satu. Untuk itu wajib hukumnya kita semua menjaga kerukunan yang telah terbina selama ini,” tuturnya. (AGUS SIDIK/m)