BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK), Puskesmas Kumai, menemukan beberapa kasus kesehatan akibat dari pengaruh buruk kegiatan kerja nelayan yang tidak dilengkapi alat perlindungan diri.
Beberapa penyakit seperti gangguan otot, hyperpigmentasi kulit, pterigium pada mata, Senggatan binatang laut serta beberapa luka lecet pada tangan diketahui saat pos upaya kesehatan kerja (UKK) Kumai, melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala kepada nelayan di RT 09, Kumai Hilir. Kegiatan tersebut mencakup pengobatan penyakit ringan dan penyuluhan kesehatan berkaitan dengan pekerjaan nelayan.
Menurut Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dr. Abimanyu, bahwa Upaya Kesehatan Kerja (UKK) merupakan program kegiatan dari Kementerian Kesehatan. Kebetulan untuk di wilayah Kumai banyak sekali masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan baik informal maupun formal.
"Kegiatan UKK Puskesmas Kumai beberapa waktu lalu mengambil sasaran nelayan informal yakni nelayan yang bekerja mandiri dan tidak ada mempunyai majikan," terang Abimanyu di ruangannya, Senin (20/6/2016).
Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan pembentukan UKK oleh Kementerian Kesehatan di tiap Puskesmas sesuai amanah UU No 36 Tahun 2009 pasal 165 yang menyatakan, upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan.
"Dalam rangka itulah UKK mengambil sample terhadap 20 pekerja sektor informal ini. Ternyata hasilnya banyak dari mereka yang terkena penyakit akibat dari pekerjaannya," ujar dr. Abimanyu.
Sementara ini, menurut dia, untuk wilayah Kumai baru di RT 9 yang dilakukan pemeriksaan. Padahal untuk Kecamatan Kumai ia memprediksi banyak nelayan yang menderita gangguan kesehatan karena faktor pekerjaan. Untuk itu ia pun berencana bakal kembali melakukan kegiatan serupa bersama kader-kader kesehatan agar para nelayan ini mengerti bahwa saat bekerja memerlukan alat perlindungan diri.
"Seperti memakai baju panjang, kaca mata saat siang hari, topi serta pelampung," harap Abimanyu.
Abi juga mengatakan, Program UKK selain dalam bidang kesehatan juga berupaya meningkatkan status sosial pekerja informal dengan melakukan kerjasama pemberian pinjaman lunak.
Selain itu ia dengan Pos UKK yang sudah terbentuk ini berharap bahwa nelayan yang melakukan aktifitasnya selalu terjaga kesehatannya dengan memperhatikan alat perlindungan diri saat bekerja. Terkait pemberdayaan ekonomi bagi para nelayan ia berharap ada pihak ketiga yang bisa mendukung.
"Diskanla dan perbankan juga kita harapkan untuk masuk ke situ. Ini penting karena saat cuaca buruk dengan gelombang besar nelayan tidak harus melaut. Tetapi dengan dukungan perbankan maka mereka bisa beralih sementara ke pembuatan kerupuk berbahan dasar ikan," harap Abimanyu. (KOKO SULISTYO/m)








