JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa terdapat banyak peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang memiliki keinginan untuk melakukan bunuh diri. Pernyataan ini disampaikan oleh Menkes dalam sebuah acara di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Ia memaparkan bahwa mereka telah melakukan *screening* mental terhadap para peserta PPDS, dan hasilnya menunjukkan adanya fenomena signifikan yang mengkhawatirkan terkait kesehatan mental peserta. Dalam kesempatan tersebut, kedatangan Menkes adalah untuk mendampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam menerima Tenaga Medis, Tenaga Kesehatan Teladan, dan Kader Berprestasi Tahun 2024. Menkes juga merespons kasus kematian seorang peserta PPDS dari Fakultas Kedokteran Undip Semarang yang diduga bunuh diri akibat mengalami perundungan. Menkes mengajak semua pihak untuk menghentikan praktik perundungan, terutama dalam profesi dokter. Menurutnya, perundungan dapat menyebabkan tekanan hidup yang sangat berat bagi seseorang. "Di sini saya mengajak sebenarnya semua sektor agar yuk kita hentikan, kita putuskan kebiasaan ini. Karena ini adalah kebiasaan buruk yang berdampak negatif pada profesi yang sangat mulia, yaitu kedokteran. Bayangkan jika dokter-dokter ini sejak muda sudah dididik dalam situasi yang menekan, bagaimana kualitas hidup mereka?" tutur Menkes. Menkes kemudian membandingkan situasi perundungan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dengan yang dialami oleh peserta PPDS saat ini. Ia menjelaskan bahwa perundungan di IPDN cenderung lebih mengarah ke tekanan fisik, sedangkan peserta PPDS menghadapi tekanan mental. "Teman-teman ingat peristiwa di IPDN, kan? Dulu ada yang sampai meninggal di sana. Kasus ini mirip, tetapi tekanan yang dialami di IPDN lebih ke fisik, sedangkan peserta PPDS lebih kepada tekanan mental," katanya. Ia juga menekankan bahwa terdapat cara yang lebih mendidik untuk menciptakan tenaga kerja yang tangguh tanpa harus melakukan praktik perundungan. "Kita memiliki banyak profesor dan guru besar. Seharusnya ada banyak metode untuk mendidik dan menghasilkan individu yang tangguh, bukan hanya dalam dunia kedokteran tapi juga di TNI, Polri, dan profesi lainnya yang memerlukan ketangguhan mental yang berbeda tanpa harus melalui praktik yang menyakitkan atau menimbulkan depresi, yang bisa memicu keinginan bunuh diri," ucap Menkes. Sehubungan dengan kasus kematian yang telah terjadi, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk menyelidiki peristiwa tersebut lebih lanjut. "Kami sedang melakukan audit terkait kematian ini, dan juga bekerjasama dengan kepolisian setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus bunuh diri ini," ungkap Menkes. Sebelumnya, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Undip Semarang ditemukan meninggal dunia di tempat indekosnya di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kematian korban yang berinisial AR ini terjadi pada Senin, 12 Agustus, dan diduga berkaitan dengan perundungan yang dialaminya selama menempuh pendidikan. ANTARA