**Borneonews**, Makassar - PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) menawarkan pembangunan infrastruktur Light Rail Transit (LRT) untuk proyek Public Private Partnership (PPP). Tawaran ini mencakup penyediaan penjaminan atas risiko kontraktual terkait tindakan pemerintah.
Penjabat Sekretaris Daerah Makassar, Firman Hamid Pagarra, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang membahas rencana proyek tersebut bersama perwakilan dari PT PII. PT PII sendiri merupakan institusi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan. Tujuan keberadaan PT PII adalah untuk mendukung percepatan penyediaan infrastruktur di Indonesia melalui skema kerjasama pemerintah dan swasta (Public Private Partnership), yang melibatkan insentif modal serta memenuhi kebutuhan infrastruktur jangka panjang.
Firman menjelaskan bahwa salah satu bentuk dukungan PT PII terhadap pembangunan infrastruktur di Indonesia adalah melalui penyediaan dukungan fiskal bagi proyek infrastruktur yang berbasiskan Public Private Partnership. Hal ini dilakukan dengan cara menyediakan penjaminan atas risiko kontraktual yang mungkin terjadi akibat tindakan pemerintah.
Dalam forum diskusi yang akan dilakukan pada akhir Agustus ini, Firman menyatakan bahwa mereka diminta untuk memaparkan proyek-proyek infrastruktur prioritas yang masih belum terealisasi di Kota Makassar. Salah satu proyek yang akan ditawarkan adalah LRT yang direncanakan akan dibangun dari bandara hingga Anjungan City of Makassar dengan panjang 16,8 km dan total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp3 triliun.
"Program ini berbasis KPBU, atau kerjasama pemerintah dengan badan usaha. Pada tahun 2017, kami juga pernah membawa proposal ini ke Bappenas. Kami berharap dengan adanya PII, bisa ada progres yang lebih nyata. Infrastruktur yang memadai sangat diperlukan untuk merealisasikan pembangunan yang telah direncanakan," ungkap Firman.
Firman menyambut baik rencana kerja sama yang ditawarkan oleh PT PII. Ia juga menekankan pentingnya memperbaharui data perencanaan pembangunan Pemkot Makassar agar bisa mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Di sisi lain, Asri Nur Aina, perwakilan dari PT PII Makassar, mengungkapkan bahwa terdapat antusiasme yang besar dari kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan terhadap rencana forum diskusi tersebut. "Kami sudah menggelar pertemuan pertama dan semua pihak menunjukkan antusiasme yang tinggi. Pihak PII pusat juga menekankan bahwa Kawasan Indonesia Timur, khususnya Kota Makassar, menjadi perhatian yang signifikan, terutama sebagai kota penyangga Ibu Kota Baru," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, PT PII meminta kepada Kota Makassar untuk menyiapkan beragam data yang diperlukan saat forum diskusi nantinya. Diharapkan, kolaborasi ini dapat berkontribusi positif dalam pengembangan infrastruktur di Makassar dan sekitarnya.
ANTARA
PT PII Tawarkan Pembangunan Infrastruktur LRT di Makassar
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Komentar (0)
Memuat komentar…







