BANDA ACEH –
**Borneonews**, Banda Aceh - Pelajar yang tergabung dalam Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Aceh Tamiang telah melakukan penanaman sebanyak 1.000 pohon mangrove di pesisir Desa Lubuk Damar, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ketua Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang, Agus Salim, menjelaskan bahwa lokasi penanaman mangrove berada di lahan kritis hutan produksi. Kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus dan anggota Pramuka dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-63. "Jumlah yang ditanam sebanyak 1.000 bibit mangrove untuk pelestarian di wilayah pesisir Lubuk Damar. Ini juga merupakan upaya kita dalam menangkal abrasi laut yang sudah mengikis daratan," ujar Agus di Aceh Tamiang. Penanaman mangrove tersebut tidak hanya berfokus pada aspek reboisasi, tetapi juga sebagai upaya pendidikan dan pembinaan bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup. Dalam kegiatan ini, pihak Kwarcab mengerahkan dua Satuan Karya (Saka) Pramuka, yaitu Saka Kalpataru (Lingkungan) dan Saka Wana Bakti (Kehutanan). Agus menekankan pentingnya menjaga ekosistem mangrove, mengingat kawasan ini memiliki fungsi yang sangat besar dalam mendukung lingkungan hidup. "Hutan mangrove tidak hanya dapat menurunkan suhu, tetapi juga berfungsi sebagai habitat bagi berbagai jenis burung dan biota laut yang mencari perlindungan dan tempat mencari makan," katanya. Mengacu pada manfaat ekologis, mangrove adalah tumbuhan yang mampu menahan arus air laut yang berpotensi mengikis daratan pantai. Selain itu, mangrove juga bertindak sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2). "Dengan menjaga keseimbangan ekosistem mangrove, berarti kita turut serta dalam menjaga dan melindungi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup," pungkas Agus. ANTARA