JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa partainya tidak ingin terlibat dalam urusan Muktamar Luar Biasa (MLB) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dalam pernyataannya, Cak Imin, sapaan akrabnya, menyatakan bahwa PKB tidak seharusnya mencampuri urusan organisasi yang bukan menjadi wewenangnya. Ia menyampaikan sikap tersebut di Kantor DPP PKB, Jakarta. Lebih lanjut, Muhaimin menekankan pentingnya bagi PKB dan PBNU untuk tetap berpegang pada konstitusi negara. Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik dan juga Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 mengenai Organisasi Kemasyarakatan (ormas). Menurutnya, ketidakpatuhan terhadap undang-undang atau konstitusi oleh ormas atau partai politik dapat membahayakan keutuhan negara. Selain itu, sebelumnya, tokoh NU dari Jawa Timur, Abdussalam Shohib atau yang lebih dikenal sebagai Gus Salam, mengungkapkan keresahan di kalangan akar rumput terhadap kondisi PBNU yang dinilai melenceng dari tugas utamanya. Ia menyatakan bahwa MLB PBNU bisa terjadi kapan saja, sebagai respons terhadap situasi internal yang dianggap tidak kondusif. Gus Salam menyebutkan bahwa NU sejatinya hadir untuk menyejukkan umat, namun saat ini, sikap intervensi mulai menjadi pola yang baru bagi PBNU. “PBNU hari ini jauh dari kondusif. MLB merupakan bom waktu yang siap meledak kapan pun,” ujar Gus Salam dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta. Pernyataan ini menggambarkan peringatan atas potensi masalah yang dapat muncul di PBNU, yang diharapkan dapat segera diatasi untuk menjaga stabilitas organisasi dan keutuhan umat. ANTARA