PONTIANAK –
**Borneonews**, Kapuas Hulu Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat, meluncurkan inisiatif baru dalam mengendalikan inflasi melalui gerakan menanam cabai. Peluncuran ini dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kapuas Hulu, Mohd Zaini, di Kota Putussibau, pada hari Kamis. Dalam kesempatan tersebut, Zaini mengajak setiap keluarga untuk menanam minimal sepuluh batang cabai. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah untuk menanam berbagai sayuran, termasuk cabai. Ia menjelaskan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap terjadinya inflasi, yang dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi masyarakat. Zaini menambahkan bahwa dengan mendorong masyarakat untuk aktif dalam penanaman, diharapkan lahan kosong bisa berfungsi sebagai lahan produktif. "Jika tidak untuk dijual, minimal cabai dan sayur-sayuran itu dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat, untuk memperkuat ketahanan pangan," ujarnya. Ia berharap gerakan ini dapat diadopsi secara luas dalam kehidupan masyarakat dan memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Menurut Zaini, jika gerakan menanam cabai dan sayur-sayuran dapat dijalankan secara konsisten oleh warga, Kapuas Hulu tidak perlu lagi bergantung pada pasokan sayur-sayuran dan cabai dari luar daerah. "Jika ditekuni, gerakan menanam ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan ekonomi Kapuas Hulu," imbuhnya. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu, Gunung Agung, juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap gerakan ini. Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi serta telah mengirimkan surat edaran Bupati Kapuas Hulu bernomor 500.6.1/Distan/2024, yang dikeluarkan pada tanggal 28 Maret 2024. Surat tersebut berisi tentang gerakan menanam cabai dan pemanfaatan pekarangan rumah dengan target minimal sepuluh pohon cabai per rumah tangga. Gunung Agung menambahkan, pihaknya telah meminta para camat untuk mengimplementasikan gerakan menanam ini hingga ke tingkat desa. Selain itu, Balai Penyuluh Pertanian (BPP) juga dilibatkan untuk mengkoordinasikan dan memberikan pembinaan teknis terkait penanaman cabai. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik di Kapuas Hulu. ANTARA