BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Setiap hari  Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kotawaringin Barat (Disdukcapil Kobar) melayani pencetakan 200 KTP baru. Jumlah tersebut sama dengan sebelum Ramadan 2016, atau pertengahan bulan puasa 2016 ini. Musim mudik Lebaran Idul FItri 1437 Hijriyah, tidak mempengaruhi pembuatan kartu tanda penduduk (KTP). 

"Tidak ada peningkatan jumlah pembuatan KTP, saban harinya tidak kurang dari 200 KTP yang dicetak," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kotawaringin Barat, Agus Suparji di ruangannya, di Pangkalan Bun, Senin (20/6/2016).

Sistem Departure Control Sistem (DCS) yang mengharuskan bagi calon penumpang memiliki tiket yang sama dengan KTP calon penumpang,  tidak mempengaruhi jumlah pemohon pembuatan KTP di Disdukcapil Kobar.

Walau begitu, dari 2015, ada peningkatan pemohon sebanyak 5000 KTP pada 2016. Menurut Agus Suparji, pada semester II tahun 2016, penduduk Kabupaten Kotawaringin Barat mencapai 241.738 dan penduduk dewasa yang mempunyai KTP sebanyak 160.814 pada 2015, sementara itu, per Januari hingga Juni 2016 jumlahnya meningkat menjadi 165.000 orang dari 188.000 perekaman.

"Penambahannya tidak terlalu banyak tetapi pekerjaan yang ada di Disdukcapil tetap banyak," ujar Agus.

Saat ini blanko KTP yang tersedia dari awal 2015 sebanyak 41.759 blanko, dan hingga Juni 2016 ini sudah terpakai 37.759, artinya blanko masih tersisa 3000 lembar. Jumlah tersebut menurutnya tidak sesuai jumlah tinta yang hanya tersisa 4 ribon atau setara dengan 2000 KTP.

" Masih minus 1000, jadi kita harus mengajukan permintaan kembali untuk tinta, biarpun blangko banyak tapi kalau tinta engga ada ya engga bisa cetak, 1 ribon untuk 350 - 500 KTP," cetus Agus.

Agus menjelaskan, saat ini pengadaan ribon di konsentrasikan di Provinsi Kalimantan Tengah. Sehingga kalau stok ribon sudah hampir habis maka Disdukcapil baru mengajukan ke Provinsi. "Kalau akan habis maka kita segera meminta ke provinsi, tidak bisa sekaligus, kalau akan habis baru kita minta."

Agus juga mengatakan bahwa kendala yang dihadapi untuk pencetakan KTP adalah pada jaringan internet yang sering gali mengalami gangguan. Persoalan listrik yang biarpet juga menjadi kendala yang berarti. "Seperti hari ini satu mesin kita tidak bisa operasi karena lampu mati." (KOKO SULISTYO/N).