JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) telah melaksanakan program sterilisasi terhadap 1.061 kucing. Program ini bertujuan untuk mengendalikan populasi salah satu hewan yang dapat menulari rabies (HPR) tersebut. Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, Novy C. Palit, menyatakan bahwa prosedur sterilisasi dilakukan dengan cara pembedahan, yang bertujuan untuk mencegah reproduksi pada kucing betina dan jantan. Pelaksanaan sterilisasi tersebut dimulai dari tanggal 7 Januari hingga 10 Agustus 2024. Selain kucing, Pemkot Jakbar juga telah melakukan sterilisasi terhadap 23 ekor anjing pada tanggal 28 April 2024. Novy menjelaskan bahwa tindakan ini untuk mengendalikan populasi kucing juga memiliki dampak positif dalam menyejahterakan kehidupan kucing serta mengurangi tindakan kekerasan terhadap hewan tersebut. Pengendalian populasi kucing liar ini dianggap krusial, sebab dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh hewan-hewan tersebut. Novy menegaskan, "Peristiwa kecelakaan karena hewan kucing maupun anjing juga tidak terulang kembali seperti yang pernah kita baca atau kita tahu sering terjadi di masyarakat." Dengan berkurangnya populasi kucing, diharapkan potensi kecelakaan lalu lintas seperti itu dapat diminimalisir. Novy juga menegaskan bahwa program sterilisasi akan terus dilakukan untuk mengendalikan populasi kucing dan memperkecil risiko penyebaran rabies. "Tujuan dilakukannya sterilisasi adalah untuk mengendalikan populasi kucing, terutama kucing liar, dan mempertahankan Jakarta sebagai kota bebas rabies atau nol kasus rabies," tambahnya. Di samping itu, Sudin KPKP Jakbar mengimbau masyarakat, terutama para pemilik hewan penular rabies, untuk berkontribusi dalam mengantisipasi penularan virus tersebut di wilayah mereka. Salah satu cara yang disarankan adalah dengan membawa hewan peliharaan ke lokasi vaksinasi yang telah ditentukan oleh pihak RT/RW, kelurahan, maupun kecamatan saat akan dilaksanakan kegiatan vaksinasi oleh tim Sudin KPKP Jakbar. Novy mencatat bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam membawa HPR ke lokasi vaksinasi masih rendah, yang menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. "Masyarakat diharapkan untuk lebih memperhatikan kesehatan dan memelihara hewan kesayangannya sebagai bentuk tanggung jawab pemilik terhadap lingkungan sekitarnya," ungkapnya. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta kesadaran lebih tinggi tentang pentingnya vaksinasi dan perawatan hewan peliharaan di masyarakat. ANTARA