MANOKWARI –
**Borneonews**, Manokwari - Kepala Suku Besar Arfak, Dominggus Mandacan, menyatakan optimismenya bahwa penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di seluruh wilayah Provinsi Papua Barat akan berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan damai. Optimisme tersebut disampaikan Dominggus Mandacan saat mengikuti diskusi kelompok terfokus yang diadakan oleh Kepolisian Daerah Papua Barat di Kabupaten Manokwari. Menurut Dominggus, pemilu merupakan agenda nasional yang penting untuk memilih calon kepala daerah. Oleh karena itu, semua komponen bangsa diharapkan dapat bertanggung jawab atas kesuksesan pesta demokrasi tersebut. Menurut pandangannya, pemerintah daerah mesti melibatkan tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda dalam menyampaikan pesan damai menjelang pelaksanaan pilkada. Ia berharap, apa yang diprediksi bahwa Papua Barat menjadi salah satu provinsi yang rawan pilkada, dapat dipatahkan melalui partisipasi aktif masyarakat. Dalam upaya menjaga keamanan, Dominggus menyarankan agar aparat kepolisian meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas media sosial. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran isu provokatif yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan. Optimalisasi pengawasan tersebut perlu didukung dengan pola edukasi yang masif dari pemerintah daerah. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih bijak dalam memfilter informasi yang beredar di dunia maya. "Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang sudah kondusif ini harus tetap terpelihara. Bagaimana masyarakat mau menyalurkan hak pilih kalau keamanan tidak terjamin," ungkapnya. Wakil Kepala Polda Papua Barat, Brigadir Jenderal Polisi Alfred Papare, menekankan pentingnya pemilihan kepala daerah yang berlangsung tanpa menimbulkan konflik sosial akibat perbedaan politik. Sebagai langkah antisipasi, kepolisian telah menginisiasi deklarasi pilkada damai yang dikemas dalam acara kebaktian kebangunan rohani (KKR). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan iman dan taqwa sekaligus mempererat tali silaturahmi antar masyarakat. "Deklarasi pilkada damai diselenggarakan di seluruh kabupaten di Papua Barat. Tujuannya, membangun rasa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan," jelas Alfred. Dia juga mengungkapkan bahwa dinamika politik di seluruh Tanah Papua saat ini relatif menghangat setelah pelaksanaan pemilihan umum presiden dan calon anggota legislatif pada 14 Februari 2024. Eskalasi politik diperkirakan akan meningkat seiring dengan adanya pilkada, di mana bakal ada pemilihan calon gubernur-calon wakil gubernur serta calon bupati/wali kota-calon wakil bupati/wakil wali kota. "Indeks kerawanan Pilkada 2024 di seluruh Tanah Papua masih berwarna merah. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif dari semua komponen masyarakat," ujar Alfred. ANTARA