BATAM –
**Borneonews**, Batam - Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sagulung, Iptu Rohandi P Tambunan, mengungkapkan bahwa pemilik sepeda motor yang terparkir tanpa pengawasan di Jembatan 1 Barelang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pemilik sepeda motor yang berinisial CA ditemukan di perairan Pulau Buluh, Bulang, oleh warga pada pukul 04.00 WIB pagi tadi. Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi utuh dan tidak mengalami kerusakan berarti. Korban mengenakan celana panjang dan baju kemeja saat dievakuasi. Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) kemudian membawa jenazahnya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau di Nongsa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil autopsi menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan adanya darah yang keluar dari bagian telinga dan hidung. Dokter forensik di RS Bhayangkara menyatakan bahwa penyebab kematian korban adalah tenggelam. Identitas korban akhirnya terkonfirmasi melalui pihak keluarga yang sebelumnya melaporkan orang hilang. Keluarga mengenali korban berdasarkan ciri fisik dan pakaian yang dikenakan. Pihak keluarga telah menyatakan ikhlas atas peristiwa yang menimpa CA, dan setelah proses autopsi dilakukan, jenazahnya telah dimakamkan di Tamiang. Menurut keterangan yang diberikan oleh keluarga, CA adalah seorang yang introvert dan dikenal jarang berkomunikasi dengan orang-orang terdekatnya. Korban baru sebulan tinggal di Batam bersama kerabat. Sebelumnya, warga Sagulung dikejutkan oleh penemuan sepeda motor yang ditinggalkan pada Rabu, 14 Agustus, sekitar pukul 10.30 WIB. Sepeda motor matic Honda Beat dengan nomor polisi BP 1342 GJ ditemukan terparkir di atas jembatan, dan pemiliknya meninggalkan dompet, ponsel, serta sepatu di motor tersebut. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa pemilik motor telah melompat dari Jembatan 1 Barelang, mirip dengan insiden-insiden sebelumnya yang terjadi di lokasi tersebut. Kasus kendaraan tanpa pengawasan di Jembatan Barelang 1 bukanlah yang pertama. Sebelumnya, pada 13 Juli 2024, ditemukan sebuah mobil Honda Brio dengan nomor polisi yang sama, dan diketahui bahwa pemiliknya, bernama Jefri, seorang karyawan hotel bintang lima di kawasan Harbour Bay, telah bunuh diri dengan melompat dari jembatan. Kasus serupa juga pernah terjadi, termasuk insiden pada 30 Juni di mana dua orang melompat dari jembatan tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara satu lainnya berhasil diselamatkan. Bunuh diri dengan cara melompat dari Jembatan Barelang telah menjadi masalah yang berulang, bahkan telah diupayakan penanganan dengan melakukan ruqiyah oleh pemerhati di Kota Batam. Rohandi menegaskan bahwa pihaknya telah berusaha mencegah terulangnya kejadian serupa melalui berbagai sosialisasi dan imbauan mengenai pentingnya penguatan nilai-nilai agama dan mental kepada anak-anak muda di area tersebut. Meskipun telah dilakukan upaya tersebut, banyak pelaku yang melompat dari jembatan bukan berasal dari Kecamatan Sagulung. Rohandi menambahkan, "Kami telah melakukan edukasi dan sosialisasi. Namun, kejadian masih terus terjadi. Ini perlu penguatan dari keluarga untuk menanamkan nilai-nilai agama, bahwa bunuh diri itu dilarang oleh agama, dan Tuhan membencinya." ANTARA