**Borneonews** , Jakarta - Dua legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat dan Liliyana Natsir, sepakat bahwa persiapan untuk Olimpiade tidak bisa dilakukan dengan cara yang instan. Menurut Taufik, persiapan Olimpiade memerlukan waktu yang cukup panjang. Ia menekankan pentingnya membuat timeline yang terstruktur, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga panjang, dengan tujuan utama Olimpiade.
Taufik, yang merupakan peraih medali emas di Olimpiade Athena 2004, menjelaskan bahwa olahraga tidak dapat dicapai dengan cara instan. Proses yang panjang serta kerja sama yang solid antara semua pihak sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal. "Kita membutuhkan proses yang panjang. Itu membutuhkan kerja sama biar lebih bagus lagi, saling mendukung untuk Olimpiade berikutnya," ungkapnya.
Liliyana Natsir, yang juga memiliki pendapat sejalan, menekankan bahwa persiapan harus dimulai sejak awal dan menjadi semakin intensif, termasuk waktu kehadiran tim ad hoc. Ia menilai bahwa Olimpiade memiliki keistimewaan tersendiri, di mana ekspektasi yang tinggi membuat persiapan menjadi lebih berat. "Kita harus persiapkan lebih lama dan panjang lagi," katanya.
Mantan atlet yang meraih medali di Olimpiade Rio 2016 menambahkan bahwa mereka sudah dapat melihat potensi pemain yang bisa dipersiapkan untuk Olimpiade 2028. Menurutnya, jika bulu tangkis Indonesia tidak mendapatkan medali emas di Olimpiade, hal tersebut akan mengecewakan, namun itu bukan alasan untuk berhenti berusaha. "Kita coba lagi," imbuh Liliyana.
Dalam evaluasi yang dilakukan untuk sektor yang masing-masing mereka pantau, baik Taufik maupun Liliyana sepakat bahwa salah satu faktor utama yang perlu mendapatkan perhatian khusus adalah ketangguhan mental para pemain. Taufik menyampaikan kepada atlet bahwa dari persiapan yang dilakukan, sudah banyak aspek yang diatur, antara lain mulai dari pelatih hingga nutrisi. Namun, hasil akhir tetap bergantung pada performa para pemain. "Sisanya, 10 itu, adalah dari pemainnya sendiri," kata Taufik.
Liliyana juga menyoroti kondisi psikologis yang dihadapi pemain saat bertanding di Olimpiade. "Atmosfer Olimpiade memang luar biasa. Tegang itu wajar karena untuk pertandingan pertama mereka," ungkapnya. Hasil dari pertandingan tersebut memang tidak dapat dipungkiri, tetapi saling menyalahkan bukanlah solusi, mengingat para pemain juga merasakan kekecewaan.
Di sisi lain, Ketua Tim Ad Hoc PBSI untuk Olimpiade Paris 2024 sekaligus Ketua Umum PP PBSI 2024-2028, M. Fadil Imran, mengungkapkan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada percepatan persiapan untuk Olimpiade Los Angeles 2028. Ia menjelaskan bahwa salah satu rekomendasi utama adalah mempercepat integrasi antara pembinaan prestasi dan persiapan Olimpiade.
Fadil menegaskan pentingnya pengelolaan yang baik terhadap berbagai event, seperti Kejurkab, Kejurprov, Kejurnas, dan seri BWF, agar bisa memberikan dampak positif bagi prestasi bulu tangkis Indonesia. "Sesuai arahan Menpora juga, agar (kepengurusan yang baru) segera membuat roadmap menuju (Olimpiade) 2028," jelasnya.
ANTARA
Persiapan Olimpiade, Taufik Hidayat dan Liliyana Natsir Beri Pandangan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







