BANTEN –
**Borneonews**, Serang - Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar, menyampaikan adanya keterbatasan dari pemerintah daerah dalam memberikan apresiasi kepada Rizki Juniansyah, atlet angkat besi yang meraih medali emas pada Olimpiade 2024. Menurut Al Muktabar, pemerintah daerah memiliki ruang yang terbatas dalam konteks pemberian penghargaan tersebut. Sebagai bentuk penghargaan, pawai arak-arakan dilakukan mulai dari penjemputan Rizki di Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga keliling kota. Ia menyatakan, "Saya pikir kita berpikir positif, saja karena kita memuliakan. Jadi kita arak-arakan dan itu juga bagian dari komunikasi kita kepada manajemennya, mudah-mudahan namanya memuliakan." Meskipun demikian, Al Muktabar mengakui adanya keterbatasan dari pemerintah daerah untuk memberikan pelepasan formal kepada Rizki ketika berangkat menuju Olimpiade. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa proses pemberangkatan untuk para atlet dilakukan secara nasional. Ia menambahkan, "Jadi tolong juga beri ruang sudut pandang oleh masyarakat secara sisi positifnya gitu, karena tadi ada manajemen kan, waktu pulang kan ke daerah itu jadi kita menghormati beliau." Sebelumnya, setelah pawai arak-arakan yang berlangsung pada Rabu, Rizki Juniansyah mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap sejumlah pejabat pemerintah daerah yang ia anggap ingin mencari perhatian dengan prestasinya. Rizki mengeluhkan kurangnya perhatian serta dukungan, baik materi maupun moral, dari pemerintah daerah pada saat keberangkatannya untuk bertanding. Ia berharap bahwa di masa mendatang, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan apresiasi yang lebih bagi atlet yang berlaga di tingkat nasional maupun internasional. ANTARA