**Borneonews**, IKN - Saat senja tiba di Nusantara, Sang Surya terkesan malu-malu untuk menampakkan peraduannya. Dengan lembut, matahari bersembunyi di balik kelambu awan saat turun ke bumi Nusantara. Dengan semburat jingga yang menghiasi langit ibu kota baru Indonesia, keindahan senja terasa semakin dekat, terutama saat mengamati dari Taman Kusuma Bangsa, yang berlokasi di dekat sayap kiri Istana Garuda.
Sejumlah buruh proyek memanfaatkan momen indah tersebut dengan beristirahat sejenak. Mereka duduk di atas rerumputan di sisi Taman Kusuma Bangsa, sambil menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang memukau. Suara canda tawa mereka berpadu dengan riuhnya alat berat yang bekerja di sekitar, menciptakan suasana yang dinamis dan menunjukkan bahwa pekerjaan terus berlangsung tanpa henti di ibu kota baru ini.
Suara palu dan gerinda yang bersahutan itu datang dari proyek-proyek pembangunan gedung kementerian yang sedang berjalan. Walaupun kebisingan tersebut dapat mengaburkan kedamaian senja, hal itu juga menggambarkan aktivitas konstruksi yang tak mengenal kata istirahat di IKN.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa proyek-proyek di Ibu Kota Nusantara tidak dikerjakan dengan terburu-buru. Pernyataan tersebut diungkapkan setelah ia melakukan peninjauan terhadap proyek gedung kementerian koordinator 1, didampingi oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Sebagai Plt. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki memastikan bahwa penyelesaian berbagai gedung dapat dilakukan dengan cepat karena aktivitas konstruksi berlangsung secara efektif, siang dan malam. Para pekerja dibagi menjadi tiga gilir, masing-masing selama 8 jam. Shift pertama berlangsung dari pukul 08.00 WITA hingga 16.00 WITA, dilanjutkan oleh shift kedua dari pukul 16.00 WITA hingga 00.00 WITA, dan shift terakhir dari pukul 00.00 WITA hingga 08.00 WITA. Dengan pola ini, proyek dapat berjalan tanpa henti selama 24 jam.
Untuk menuturkan lebih lanjut tentang keadaan di lapangan, Basuki menunjukkan para pekerja yang tengah sibuk menyelesaikan tahap akhir dari gedung kementerian. Terkait kemajuan pembangunan gedung kementerian koordinator, Basuki melaporkan bahwa rata-rata progresnya sudah mencapai 85 persen. Meskipun pekerjaan dikerjakan dengan cepat, Basuki menegaskan bahwa kualitas konstruksi tetap menjadi perhatian utama.
Basuki juga menyampaikan mengenai progres pembangunan Bandara VVIP yang belum sesuai target. Panjang landasan pacu yang ditargetkan mencapai 2.200 meter pada 17 Agustus tidak dapat tercapai karena hujan yang mengganggu proses pembangunan. Senada dengan itu, Basuki menekankan bahwa meskipun proyek dikerjakan cepat, kualitas tetap harus diutamakan. "Kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan," ujarnya. Ketiga aspek tersebut merupakan prioritas dalam pembangunan IKN, bukan semata-mata kecepatan.
Selain itu, dalam berbagai kesempatan, Basuki mengingatkan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan IKN untuk tetap memenuhi indikator kualitas tersebut. Setelah itu, ia melanjutkan tinjauan terhadap kesiapan infrastruktur menjelang Hari Ulang Tahun Ke-79 Republik Indonesia pada 17 Agustus.
Taman Kusuma Bangsa menjadi salah satu contoh konkret dari sisi estetika yang ingin diusung dalam pembangunan IKN. Pembangunan taman ini dimulai pada Januari 2024 dan ditargetkan rampung pada Agustus 2024, dengan anggaran sekitar Rp335,2 miliar untuk area seluas 1.915 meter persegi. Taman tersebut dirancang oleh I Nyoman Nuarta yang mengangkat tema bangunan monumental.
Nuarta menghadirkan simbol-simbol perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, seperti patung proklamator Soekarno dan Mohammad Hatta. Selain itu, terdapat sayap burung Garuda setinggi 17 meter dan tiang bendera setinggi 79 meter yang menjadi lambang perlindungan dan persatuan seluruh wilayah Nusantara. Api abadi di taman ini juga melambangkan semangat juang yang tidak pernah padam, mencerminkan tekad bangsa yang terus menyala.
Taman Kusuma Bangsa ditujukan sebagai lokasi untuk mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia, sehingga ditetapkan sebagai tempat renungan suci di Kota Nusantara. Menjelang malam, saat sang surya mulai menghilang, sejumlah personel TNI mengiringi suasana dengan melantunkan nada-nada Mengheningkan Cipta karya Truno Prawit. Penampilan ini disiapkan untuk menghormati detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Latihan tersebut tidak dilakukan secara tertutup. Para pekerja yang berada di sekitar Taman Kusuma Bangsa turut menyaksikan penampilan yang disajikan oleh para perwira negara. Ketika jingga mulai memudar dan malam menjelang, nyala lampu dari proyek-proyek di sekitar Taman Kusuma Bangsa menjadi semakin terlihat.
Seiring waktu, para buruh yang semula bersantai mulai meninggalkan tempat mereka. Suara palu dan gerinda yang masih terdengar menciptakan simbol semangat juang yang terus ada, kendati Sang Surya telah terbenam. Taman Kusuma Bangsa, dengan segala keindahannya dan suasana yang dinamis, mencerminkan dedikasi dan kerja keras dalam membangun ibu kota baru Indonesia.
ANTARA
Pembangunan IKN, Semangat Juang dan Estetika di Taman Kusuma Bangsa
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
MotoGP Australia 2026 Dibatalkan Menyusul Moto2 dan Moto3
Kabid Humas Polda Kalteng Imbau Waspada Pinjaman Online Ilegal
Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Deportivo Coruna
Komentar (0)
Memuat komentar…







