**Borneonews**, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, berkomitmen untuk mempercepat upaya penanggulangan penyakit AIDS, tuberkulosis, dan malaria (ATM) dengan menggandeng Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes). Hal ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Kotim, Irawati, saat membuka kegiatan Pertemuan Forum Kemitraan dan Lintas Sektoral yang diselenggarakan oleh Adinkes.
Irawati menekankan pentingnya partisipasi semua pihak dalam penanganan ATM. Jika dibiarkan, kami khawatir lokus penyakit ini akan terus bertambah. Oleh karena itu, lokus yang sudah ada harus mendapatkan perhatian khusus mengenai cara penanganannya, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Irawati juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Adinkes yang memilih Kotim untuk melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan ATM, terutama yang sasaran pada tingkat pedesaan dan kelurahan. Ini bertujuan untuk menyampaikan informasi dan langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
Menurut Irawati, kegiatan ini sangat diperlukan mengingat kasus HIV/AIDS di Kotim terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kotim, pada tahun 2021 tercatat 44 kasus HIV/AIDS. Angka ini meningkat menjadi 56 kasus pada tahun 2022 dan 129 kasus pada tahun 2023. Sementara itu, dari Januari hingga Juni 2024, telah terdeteksi 45 kasus.
Program Adinkes ini perlu didukung, agar ke depannya sistem kesehatan kita semakin kuat dalam penanganan dan antisipasi penyakit HIV/AIDS, tuberkulosis, dan malaria yang merupakan penyakit menular, tambahnya. Irawati juga menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, kasus malaria di Kotim sudah tidak ditemukan. Namun, HIV/AIDS dan tuberkulosis masih ada, dan pihaknya telah memetakan setidaknya 20 desa/kelurahan yang terdapat penyakit tersebut.
Pemkab Kotim selama ini masih fokus pada pencegahan dan penanggulangan ATM. Namun, masalah ini tidak terpisahkan dari faktor-faktor sosial kemasyarakatan yang ada, yang menyebabkan keterlibatan masyarakat dalam penanganan penyakit ini kurang sistematis dan terencana. Hal ini berakibat pada munculnya stigma di masyarakat terhadap pengidap ATM.
Untuk mengatasi hal tersebut, program lintas sektoral yang diupayakan Adinkes melalui pembentukan kelompok warga peduli AIDS (WPA) di setiap desa dan kelurahan menjadi sangat penting. WPA diharapkan dapat menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ATM. Setiap desa dan kelurahan diharapkan dapat memiliki konsep serta komitmen dalam program ini, termasuk kesiapan anggaran.
Kegiatan ini juga sejalan dengan program Ending Eliminasi There Zero 2030 yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Program ini bertujuan untuk menghilangkan infeksi baru HIV, mengurangi kematian akibat AIDS, dan menghapus stigma serta diskriminasi, pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua Adinkes Wilayah Kalteng, Sofia Wirda, menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan yang kedua kalinya di Kotim; kegiatan pertama berlangsung pada tahun 2023. Dalam kesempatan ini, pihaknya secara khusus mengundang sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) non-kesehatan yang terkait dengan program kesehatan, terutama pemerintah desa, yang merupakan ujung tombak dalam keberhasilan program.
Kami ingin membangun kesepahaman bersama, terutama antara OPD dan pemerintah desa mengenai pencegahan dan penanggulangan penyakit ATM. Ini diharapkan menghasilkan dukungan baik dalam bentuk program kegiatan maupun anggaran, jelasnya.
Sofia juga menyampaikan keinginannya untuk mengetahui sejauh mana implementasi di tingkat desa/kelurahan terkait dengan pencegahan dan penanggulangan ATM. Hal ini penting mengingat dalam Peraturan Menteri Desa Nomor 7 Tahun 2023 terdapat ketentuan mengenai penanggulangan penyakit menular tersebut.
Selanjutnya, melalui kegiatan ini, pihaknya berupaya membangun jejaring dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ATM di Kotim. Peningkatan kasus ini, menurut catatan dan laporan dari dinas terkait, menunjukkan adanya sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, dinas telah melakukan pendataan dengan baik, sementara sisi negatifnya, hal ini menunjukkan adanya ancaman yang harus kita tanggulangi bersama.
ANTARA
Pemerintah Kotim Targetkan Penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria
Bagikan:

PALANGKARAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Mendagri Prancis: Ribuan Orang Ditahan saat Demonstrasi Lanjutan
Komentar (0)
Memuat komentar…







