JAKARTA –
**Borneonews**, London - Menteri Luar Negeri Inggris, David Lammy, menekankan pentingnya mencapai kesepakatan secepat mungkin dalam konteks konflik Israel-Palestina. Dalam pernyataannya pada hari Kamis, Lammy menyebutkan bahwa hal ini adalah kepentingan jangka panjang bagi kedua belah pihak serta untuk stabilitas wilayah yang lebih luas. Lammy menyatakan, "Kita berada pada saat yang krusial bagi stabilitas global. Jam dan hari-hari mendatang bisa menentukan masa depan Timur Tengah." Pernyataannya ini disampaikan di tengah berlangsungnya pembicaraan gencatan senjata di Gaza yang melibatkan mediator dari Amerika Serikat, Qatar, Mesir, dan Israel. Dalam penggambaran situasi di Gaza, Lammy tidak ragu untuk menyebut kondisi tersebut sebagai "kehancuran." Ia juga mencatat bahwa serangan Israel terhadap sekolah al-Tabeen di wilayah tersebut menunjukkan bahwa "warga Palestina di Gaza tidak memiliki tempat aman untuk berlindung." Hal ini semakin menegaskan urgensi untuk mencari solusi demi melindungi warga sipil. Lammy juga menambahkan, "Pembicaraan ini adalah kesempatan untuk mengamankan gencatan senjata mendesak yang melindungi warga sipil di Gaza, membebaskan sandera yang masih ditahan oleh Hamas, dan mengembalikan stabilitas di saat yang berbahaya bagi kawasan ini." Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui diskusinya dengan mitra-mitranya di seluruh wilayah, terlihat dengan jelas bahwa gencatan senjata tidak hanya akan melindungi warga sipil di Gaza, tetapi juga membuka jalan bagi penurunan ketegangan yang lebih luas. Ini adalah langkah penting untuk membawa stabilitas yang sangat dibutuhkan di Timur Tengah. "Ini adalah kepentingan baik Israel maupun Palestina untuk segera mencapai kesepakatan. Saya mendesak semua pihak untuk terlibat dalam negosiasi dengan itikad baik dan menunjukkan fleksibilitas yang diperlukan demi mencapai kesepakatan," imbuhnya. Lammy juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Qatar, Mesir, Amerika Serikat, dan semua mitra internasional yang telah berupaya dalam menangani situasi ini. Sementara itu, laporan media yang mengutip sumber diplomatik menyebutkan bahwa Lammy akan melakukan perjalanan ke Israel "dalam upaya mencegah perang habis-habisan di Timur Tengah." ANTARA