BOGOR –
**Borneonews**, Sukabumi, Jawa Barat - Palang Merah Indonesia (PMI) menekankan bahwa retrofitting atau metode untuk memperbaiki dan memperkuat struktur bangunan yang sudah ada, sangat penting dalam usaha untuk mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan oleh bencana gempa bumi. Kepala Markas Pusat PMI, Arifin M. Hadi, menyampaikan bahwa meskipun istilah retrofitting masih asing bagi sebagian masyarakat, penerapan teknik ini sangat krusial, terlebih dalam pembangunan yang bertujuan untuk meminimalisasi dampak bencana gempa bumi. Arifin menambahkan, Indonesia merupakan negara yang paling rentan terhadap gempa, dengan catatan sejak tahun 2018 terjadi peningkatan signifikan jumlah kejadian gempa, yang rata-rata mencapai lebih dari 11 ribu kali setiap tahunnya. Dalam sebuah webinar bertajuk "Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2024" yang diadakan untuk memperingati 20 tahun peristiwa gempa dan tsunami Aceh, Arifin menjelaskan pentingnya membangun rumah yang aman dari gempa melalui perkuatan retrofitting. Dalam webinar tersebut, PMI bekerja sama dengan Politeknik Akbar Surakarta untuk mengadakan diskusi mengenai kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana saat ini. Keberadaan retrofitting menjadi sangat penting, sehingga PMI menghadirkan narasumber berkompeten, termasuk Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi, yang membahas pengurangan risiko bencana khususnya terkait gempa bumi. Sejak beberapa tahun terakhir, gempa bumi di Indonesia telah menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kerugian ekonomi bagi masyarakat. Bangunan rumah sering kali merupakan faktor utama yang menimbulkan korban jiwa saat bencana terjadi. Gempa bumi merupakan ancaman yang tak dapat dihindari dan berpotensi menyebabkan keruntuhan bangunan. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang kurang menyadari pentingnya praktik pembangunan yang baik dan mengenai manfaat retrofit. Arifin mengungkapkan bahwa dengan adanya program retrofit berbasis komunitas, diharapkan metode retrofitting dapat lebih dikenal dan dipahami oleh masyarakat luas. Prasinta Dewi dari BNPB juga menegaskan bahwa inisiatif PMI dalam rangka menyambut PRB 2024 melalui serangkaian webinar merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengurangan risiko bencana. Pemerintah terus melakukan upaya kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana dengan mendorong partisipasi semua pihak dalam pembangunan ketangguhan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat, khususnya dalam mendirikan bangunan atau rumah agar lebih aman dari ancaman gempa. Dengan demikian, dampak bencana dapat dikurangi. Webinar ini juga menghadirkan berbagai narasumber lainnya, seperti Country Program Manager Palang Merah Amerika, Muchrizal Harris Ritonga, dan Country Manager Build Change, Mediatrich Triani, yang turut memberikan pandangan terkait pentingnya retrofitting dalam meningkatkan keselamatan bangunan. ANTARA