**Borneonews**, Jayapura - Pelaksana Harian Sekretaris Kota Jayapura, Papua, Evert Merauje, menegaskan bahwa pelaksanaan festival publikasi bahasa dan sastra Port Numbay, yang diperuntukkan bagi jenjang SD dan SMP, bertujuan untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah setempat. Dalam pernyataannya pada hari Kamis, Evert menyampaikan bahwa merawat dan melestarikan aset tak benda seperti bahasa daerah memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan aset berupa benda.
Evert Merauje mengungkapkan, "Bahasa daerah merekam kearifan lokal, pengetahuan, dan kebudayaan. Apabila bahasa daerah punah, maka sama artinya dengan hilangnya aset benda yang terekam di dalam bahasa tersebut." Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan bahasa daerah sebagai identitas suatu komunitas.
Menurutnya, Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan dan melindungi bahasa, sastra, dan aksara. Kota Jayapura, yang terdiri dari 14 kampung, memiliki berbagai suku yang menggunakan bahasa ibu sebagai identitas. "Ini merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan," kata Evert.
Dia menjelaskan lebih lanjut, bahasa ibu adalah elemen fundamental yang membentuk identitas suatu daerah. Melalui bahasa tersebut, masyarakat dapat menyampaikan pemikiran, perasaan, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. "Sastra, di sisi lain, menjadi cerminan kehidupan masyarakat dan menyimpan sejarah sebagai media untuk mengekspresikan kreativitas serta kearifan lokal bahasa ibu," tambahnya.
Festival publikasi bahasa dan sastra Port Numbay diharapkan dapat memelihara dan meningkatkan sikap positif terhadap bahasa dan sastra daerah. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkot Grace Yoku juga menambahkan bahwa festival ini diikuti oleh 60 siswa dari jenjang SD dan SMP. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menguasai bahasa daerah melalui berbagai kegiatan, termasuk bernyanyi, lawakan tunggal (stand-up comedy), serta membaca puisi dan cerita pendek.
"Contohnya, siswa jenjang SD menunjukkan kemampuan mendongeng menggunakan bahasa daerah Port Numbay," jelas Grace. Ia juga berharap bahwa ajang ini dapat memotivasi masyarakat di kampung untuk lebih sering menggunakan bahasa daerah. "Artinya, jika anak-anak bisa berbahasa daerah, maka orang dewasa juga harus mampu. Anak-anak yang tampil berasal dari seluruh daerah di Indonesia," tuturnya.
Dalam festival ini, para peserta menggunakan lima bahasa daerah, yaitu bahasa dari Kampung Nafri, Tobati, Skouw, Sentani, dan Kayu Batu. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan melestarikan bahasa serta sastra daerah yang merupakan bagian penting dari kebudayaan setempat.
ANTARA
Festival Publikasi Bahasa dan Sastra Port Numbay Jayapura, Upaya Lestarikan Budaya Daerah
Bagikan:

JAYAPURA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gol McKennie dan Luiz Bawa Juventus Menang 2-0 atas Lecce
Hujan Lebat Guyur Tanjung Harapan TN Tanjung Puting
Bayern Muenchen Rebut Puncak Klasemen Setelah Kalahkan Freiburg 3-1
Gol Menit Akhir Bantu Timnas Indonesia U15 Imbang 1-1 Lawan Bangladesh
Liverpool Taklukkan Brighton dan Hove Albion 2-0 di Stadion Anfield
Waka KPK Usulkan Kewenangan Rampas Aset Pejabat Tak Tercantum di LHKPN
Komentar (0)
Memuat komentar…







