BORNEONEWS, Kasongan - Bupati Katingan Ahmad Yantenglie menggelar syukuran atas pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diberikan oleh BPK RI Provinsi Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu. Acara tersebut digelar di halaman rumah jabatan bupati di Jalan Akhmad Yani, Senin (20/6/2016) sore.
Dalam acara tersebut juga digabungkan syukuran atas kedatangan bupati bersama istrinya Ny Endang Susilawatie yang baru tiba menjalankan Ibadah Umroh dari tanah suci serta dirangkaikan pula buka puasa bersama dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup pemerintah kabupaten (pemkab) setempat.
Hadir pula pada acara tersebut, Wakil Bupati Katingan Sakariyas, Ketua DPRD I Mantir L Nussa beserta anggotanya Karyadi, Akhmad Saifudi, M Effendi serta sejumlah perwakilan dari lembaga yudikatif dan ratusan masyarakat dan ASN di Kota Kasongan.
Dalam arahannya, Ahmad Yantenglie mengucapkan terima kasih atas kesediaan tamu undangan yang telah berkenan meluangkan waktunya untuk turut berhadir pada acara syukuran tersebut. Dia mengatakan, atas jerih payah pemerintah daerah kembali meraih WTP yang ketig kalinya pada pengelolaan keuangan tahun anggaran 2015 patut disyukuri.
"Apa yang bisa kita capai wajib kita mengucap syukur. (Opini WTP) ini selain dari usaha kita baik untuk belajar dan bersungguh-sungguh dalam sebuah kegiatan menata sistem akuntansi pemerintah daerah, itu semua tidak luput dari karunia Tuhan Yang Mahakuasa," ujar Yantenglie.
Menurut Yantenglie, keberhasilan meraih opini WTP itu merupakan hasil kerja keras semua pihak dalam pemerintah daerah.
"WTP ini merupakan hasil kerja keras semua ASN yang ada dan tidak ada satupun pihak yang benar-benar berperan sehingga diraihnya opini ini," ujarnya.
Sementara itu Ustadz Al Mujahiddin dalam tausiahnya menyampaikan, Bulan Ramadhan merupakan bulan berkah dan bulan turunnya Al Qur'an.
"Dalam Bulan Ramadhan ini semoga kita semua diberikan kekuatan Allah untuk melaksanakannya sampai selesai melaksanakan kewajiban dan sunah di dalamnya," ucap Al Mujahiddin.
Al Mujahiddin juga mendoakan agar melalui berkah bulan Ramadhan menjadikan umat Islam benar-benar muslim yang terpilih.
"Kewajiban puasa jangan sampai berlalu begitu saja, karena kewajiban kepada Allah dan tidak bisa ditawar terkecuali ada halangan," tutup Al Mujahiddin. (HAIRUL SALEH/m)








