KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan menyelenggarakan Pelatihan Environmental Health Risk Assessment (EHRA) sebagai upaya untuk menciptakan sanitasi lingkungan yang lebih baik di wilayah Seruyan.

Pelatihan ini untuk mengumpulkan data akurat mengenai kondisi sanitasi melalui survei partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Kepala Dinas Kesehatan Seruyan, dr. Bahrun Abbas, menekankan pentingnya sanitasi lingkungan sebagai salah satu indikator kesehatan yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat.

"Dalam upaya mewujudkan sanitasi lingkungan yang baik, diperlukan strategi pembangunan kesehatan yang tepat," kata  Bahrun Abbas, Kamis, 15 Agustus 2024.

EHRA sendiri merupakan sebuah survei partisipatif di tingkat Kabupaten/Kota yang dirancang untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higienitas serta perilaku masyarakat di skala rumah tangga.

Data yang dihasilkan dari survei ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan program sanitasi, termasuk advokasi di tingkat Kabupaten/Kota hingga desa dan kelurahan.

--page

"Data yang dihasilkan dari EHRA akan sangat bermanfaat untuk pengembangan program sanitasi, termasuk advokasi di tingkat Kabupaten/Kota sampai dengan tingkat desa dan kelurahan," tambahnya.

Dengan pelatihan ini, Dinas Kesehatan Seruyan berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi lingkungan serta memberikan dasar yang kuat bagi pengambilan kebijakan dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Seruyan. (FAHRUL/R)