PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Pemprov Kalteng, Sri Widanarni menyatakan pentingnya hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk di Kalteng.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan diseminasi perekonomian pada Kamis, 15 Agustus 2024 di GPU Tambun Bungai yang mengusung tema "Mendorong Hilirisasi Berbasis SDA Melalui Kebijakan dan Pembiayaan".

"Baik sekali Bank Indonesia Provinsi Kalteng menyelenggarakan diseminasi ini. Kegiatan ini dapat menjadi sarana perluasan peran hilirisasi peningkatan nilai tambah produk di Kalimantan Tengah serta pengembangan sektor riil UMKM," kata Sri.

Terlebih kegiatan yang dilaksanakan ini menurut Sri merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pesona Tambun Bungai sekaligus Gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata Indonesia atau Gernas BBI-BBWI yang dilakukan secara nasional.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan dan komitmen Bank Indonesia dalam pengembangan perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, lanjut Sri, perekonomian Kalteng pada triwulan II 2024 mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 3,80 persen y-on-y atau melambat dari triwulan I 2024 yang sebesar 5,01 persen y-on-y.

--page

"Karena itu dalam rangka meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, diperlukan langkah konkrit untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, salah satunya adalah meningkatkan peran sektor hilirisasi melalui kebijakan dan pembiayaan seperti yang dilakukan dalam diseminasi ini," tegasnya lagi.(TESTI PRISCILLA/R)