PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Daerah Pemprov Kalteng, Sri Widanarni mengatakan bahwa peluang implementasi hilirisasi di Kalteng masih terbuka lebar.

Hal ini disampaikan Sri kegiatan diseminasi perekonomian pada Kamis, 15 Agustus 2024 di GPU Tambun Bungai yang mengusung tema "Mendorong Hilirisasi Berbasis SDA Melalui Kebijakan dan Pembiayaan".

"Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalteng pada triwulan II 2024 bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan, dengan pangsa 22,69 persen, kemudian sektor industri pengolahan dengan pangsa 16,02 persen, dan dilanjutkan sektor perdagangan dengan pangsa 12,89 persen," kata Sri menyampaikan sambutan.

Sektor pertambangan memiliki distribusi 10,02 persen dan transportasi pergudangan dengan pangsa 7,99 persen.

"Melihat data tersebut, artinya hampir seperempat perekonomian Kalimantan Tengah masih bertumpu pada sektor pertanian yang bersifat tradisional, sehingga peluang untuk implementasi hilirisasi masih terbuka lebar," tutur Sri lagi.

Pelaksanaan Diseminasi kali ini, lanjut Sri, dirangkaikan dengan pelaksanaan Pesona Tambun Bungai yang juga turut mendorong perekonomian sektor UMKM melalui geliat pameran, talkshow, serta business matching.

"Seperti kita ketahui bersama, bahwa sektor UMKM berperan dalam proporsi lebih dari 60 persen PDB Negara kita dan menyerap lebih dari 98 persen tenaga kerja di Indonesia, tentunya sektor ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat Indonesia dan di Kalimantan Tengah pada khususnya," jelas Sri lagi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias dalam paparannya menjelaskan, bahwa Diseminasi Ekonomi ini merupakan kegiatan rutin tahunan dari Bank Indonesia Provinsi Kalteng, yang ditujukan untuk mengkomunikasi dan mendiskusikan berbagai hal mengenai peluang dan upaya-upaya yang bisa dilakukan bersama guna mendorong pertumbuhan ekonomi Kalteng ke arah yang lebih positif.

--page

"Pada kesempatan ini kita akan membahas bagaimana upaya kita dalam mendorong hilirisasi terutama dari sumber daya alam yang kita miliki, termasuk aspek pembiayaan sebagai bahan diskusi kita kali ini," tutur Andri.(TESTI PRISCILLA/R)