SURABAYA –
**Borneonews**, Lumajang Gunung Semeru, yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), mengalami erupsi sebanyak dua kali pada Jumat pagi. Erupsi pertama tercatat terjadi pada pukul 05:20 WIB dengan tinggi kolom letusan yang teramati mencapai kurang lebih 788 meter di atas puncak, atau setara dengan 4.464 mdpl. Hal ini disampaikan oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, melalui keterangan tertulis yang dipublikasikan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Liswanto juga menjelaskan bahwa kolom abu vulkanik yang teramati memiliki warna putih hingga kelabu, dengan intensitas sedang yang mengarah ke barat daya. Pada saat laporan tersebut disampaikan, erupsi masih berlangsung. Erupsi kedua dari gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terjadi pada pukul 05:48 WIB. Letusan kali ini disertai dengan abu vulkanik yang teramati berada sekitar 500 meter di atas puncak, atau pada ketinggian 4.176 mdpl. Kolom abu yang dihasilkan juga berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke barat daya. Sama seperti sebelumnya, erupsi ini juga masih berlangsung saat laporan dibuat. Liswanto mengungkapkan bahwa status Gunung Semeru saat ini berada di Level II atau Waspada. Dalam situasi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius delapan kilometer dari puncak gunung. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak diperbolehkan melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) yang berada di sepanjang aliran Besuk Kobokan, mengingat daerah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Hal ini mengingat potensi bahaya lontaran batu pijar yang bisa membahayakan keselamatan. Tidak kalah penting, masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang bersumber dari puncak Gunung Semeru. Ini terutama berlaku untuk daerah-daerah seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ANTARA