**Borneonews**, Bengkulu - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nunuk Suryani, menyatakan bahwa program Merdeka Belajar perlu dilanjutkan untuk kemajuan dunia pendidikan ke depan. Dalam keterangan yang disampaikannya, Nunuk menegaskan, "Maka di punggung saya ada kata lanjutkan Merdeka Belajar, karena kita ingin Merdeka Belajar substansi esensinya karena buktinya sudah ada di depan mata kita."
Nunuk Suryani menjelaskan bahwa Merdeka Belajar telah menjadi kebijakan yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi pembelajaran yang diperoleh oleh peserta didik maupun bagi para tenaga pengajar. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah dialog ramah tamah bersama guru penggerak dan kepala sekolah, yang berasal dari guru penggerak di provinsi Bengkulu, tempat lahirnya ibu negara pertama, Fatmawati Soekarno.
Lebih lanjut, dia mengajak kepada para guru penggerak untuk menyampaikan kepada masyarakat di Bengkulu, serta kepada seluruh masyarakat Indonesia, mengenai apa yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir dengan program Merdeka Belajar. "Tujuannya agar bapak dan ibu penggerak dapat menyampaikan kesaksian secara langsung tentang apa yang mereka rasakan. Tentu kami harapkan adanya kesinambungan dari Merdeka Belajar," ujar Nunuk.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia juga memberikan apresiasi kepada seluruh elemen yang mendukung pelaksanaan program Merdeka Belajar di Provinsi Bengkulu. Nunuk Suryani pada Jumat, 16 Agustus 2024, berkesempatan untuk mengunjungi SD Negeri 03 Kota Bengkulu. Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan secara langsung aplikasi dari kebijakan Merdeka Belajar di lingkungan sekolah.
Salah satu guru penggerak yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 101 Kota Bengkulu, Ika Purwanti, juga menyatakan bahwa Program Merdeka Belajar yang diimplementasikan oleh Pemerintah Pusat sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan. Salah satu dampak positifnya adalah peningkatan wawasan dan keterampilan para tenaga pendidik.
Ika mengungkapkan, "Setiap modul yang diberikan saat menjadi calon guru penggerak sangat mendukung saya ketika memimpin di sekolah. (Mengubah sudut pandang) manusia menjadi hambatan padahal manusia atau SDM adalah aset yang sangat mendukung dunia pendidikan. Jadi saya memandang guru-guru yang ada di sekolah saya sebagai aset yang berharga." Dengan pernyataan ini, Ika menunjukkan pengakuan terhadap nilai penting dari para pendidik dalam proses belajar mengajar yang berkualitas dan berkelanjutan.
ANTARA
Program Merdeka Belajar, Langkah Maju Pendidikan di Bengkulu
Bagikan:

BENGKULU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gol Menit Akhir Dianulir VAR, Juventus Ditahan Rennes 2-2
Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Katingan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Kalteng Perlu Waspada Kekeringan hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi El Nino
Kabut Asap, Kecelakaan Menewaskan Dua Pengendara di Sudirman Km 9 Sampit
Menteri UMKM: Ojol Bisa Akses KUR untuk Beli Motor dan Modal Usaha
Akademisi Soroti Kemarau Panjang dan Lahan Gambut dalam Karhutla Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







