**Borneonews**, Gunungkidul - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar pagelaran wayang cakruk dengan tema *Restorasi Sosial: Ojo Kesusu Rabi* sebagai upaya untuk mencegah pernikahan dini di daerah tersebut.
Kepala Dinas Sosial PPPA Gunungkidul, Asti Wijayanti, menjelaskan bahwa kasus pernikahan dini di Kabupaten Gunungkidul mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022, tercatat sebanyak 170 kasus pernikahan dini. Angka ini meningkat menjadi 183 kasus pada tahun 2023. Lebih mencolok, hingga pertengahan tahun 2024, sudah ada lebih dari 50 kasus yang terdaftar.
Asti menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar pernikahan dini dapat dicegah. Pagelaran wayang cakruk, yang dipandu oleh dalang Ki Sumarno, merupakan media edukasi yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan pernikahan dini kepada masyarakat.
Harapannya, sosialisasi melalui pertunjukan kesenian tradisional ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberikan tuntunan kepada masyarakat, ungkap Asti.
Meskipun di wilayah Hargosari tidak terdapat kasus pernikahan dini, Asti mengungkapkan bahwa di wilayah lain masih banyak terjadi pernikahan dini. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya penyampaian informasi mengenai pencegahan pernikahan dini secara terus-menerus.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami dampak negatif pernikahan dini dan berperan aktif dalam mencegahnya, lanjutnya.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, mewakili warga masyarakat, memberikan apresiasi atas diselenggarakannya sosialisasi ini. Ia berpendapat bahwa kegiatan tersebut akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mencegah pernikahan dini, sekaligus tetap mempertahankan adat istiadat dan tradisi di tengah perkembangan teknologi yang pesat.
Restorasi sosial mengajak kita untuk kembali ke akar budaya dan tradisi masyarakat yang seharusnya dijaga dan dipertahankan, kata Eko. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan mendukung upaya mencegah pernikahan dini di Kabupaten Gunungkidul.
ANTARA
Dinsos Gunungkidul gelar wayang cakruk, cegah pernikahan dini
Bagikan:

YOGYAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







