**Borneonews**, Maumere - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Petrus Herlemus, mengungkapkan bahwa capaian imunisasi Polio tahap satu di kabupaten tersebut mencapai 98,1 persen. Hal ini menunjukkan upaya serius dalam meningkatkan kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
Petrus menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan upaya *sweeping* atau penjangkauan dari rumah ke rumah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan angka imunisasi sekaligus memastikan semua anak mendapatkan perlindungan dari penyakit polio. Dalam pernyataannya di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Petrus menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan petugas kesehatan dalam proses imunisasi ini.
Data proyeksi yang ditargetkan oleh Kementerian Kesehatan untuk Kabupaten Sikka adalah sebanyak 53.990 sasaran anak berusia 0-7 tahun. Namun, berdasarkan riil data, target sasaran imunisasi polio di Kabupaten Sikka berjumlah 35.055 anak. Dari jumlah sasaran tersebut, capaian imunisasi tahap satu telah berhasil diberikan kepada 20.994 anak, sehingga menghasilkan persentase capaian sebesar 98,1 persen.
Petrus menambahkan bahwa capaian tinggi dalam imunisasi polio ini merupakan hasil dari kerja sama yang baik antara orang tua dan petugas kesehatan. Para orang tua telah menunjukkan kesadaran yang tinggi untuk membawa anak-anak mereka mendapatkan layanan imunisasi, sementara petugas kesehatan aktif melakukan penjangkauan untuk menemukan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.
Edukasi terkait pentingnya imunisasi polio juga terus dilaksanakan, memastikan bahwa orang tua memahami manfaatnya untuk kesehatan anak. Petrus menekankan, "Saya tegaskan bahwa tidak ada anak yang tidak dapat imunisasi; semua anak harus mendapatkan pelayanan merata tanpa membedakan lokasi, baik di kota maupun desa."
Polio, atau *Poliomyelitis*, adalah penyakit yang sangat menular disebabkan oleh virus Polio. Virus ini menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan mendadak, kecacatan permanen, bahkan kematian akibat kelemahan pada otot pernapasan. Sangat penting untuk menciptakan kekebalan pada anak, karena polio dapat menular kepada anak yang tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut.
Walaupun tidak ada pengobatan untuk polio setelah terinfeksi, penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi. Oleh karena itu, imunisasi polio lengkap dianggap sebagai upaya pencegahan yang paling efektif. Petrus menambahkan, "Kesehatan harus dijaga, karena pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya anak bangsa."
ANTARA
Capaian Imunisasi Polio di Sikka Mencapai 98,1 Persen
Bagikan:

KUPANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemnaker Umumkan Syarat dan Cara Daftar Pelatihan Vokasi Korban PHK
MILLS Luncurkan Koleksi Musim Panas 2027 Bertajuk Next Inheritance
Pangkoops: Dua Anggota KKB Tewas Saat Kontak Tembak di Nduga
Polisi Selidiki Pesawat Asian One Air Tergelincir di Intan Jaya
Presiden Iran Akan Bahas Ekonomi, Isu Global dengan Putin
Basarnas Evakuasi Jenazah Perempuan Diduga WNA di Pantai Nyang Nyang
Komentar (0)
Memuat komentar…







