BANDA ACEH –
**Borneonews**, Banda Aceh - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Satu Aceh melaporkan bahwa realisasi pendapatan negara di Provinsi Aceh telah mencapai Rp3,69 triliun, yang setara dengan 52,68 persen dari target yang ditetapkan. Angka tersebut merupakan akumulasi pendapatan negara yang tercatat hingga 31 Juli 2024. Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Aceh, Safuadi, menyampaikan hal ini di acara rapat Asset & Liabilities Committee (ALCo) Regional Aceh. Rapat ALCo adalah kegiatan rutin yang bertujuan untuk mendistribusikan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di tingkat regional Aceh. Dari total realisasi pendapatan negara, komponen penerimaan pajak menyumbang angka yang signifikan, yakni sebesar Rp2,82 triliun, dengan realisasi mencapai 45,5 persen dari target yang ditetapkan. Selain itu, penerimaan dari kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp158,78 miliar, dengan tingkat realisasi yang cukup tinggi, yakni 83,63 persen. Rincian dari penerimaan kepabeanan dan cukai tersebut terdiri dari bea masuk sebesar Rp152,58 miliar, cukai Rp2,03 miliar, dan bea keluar Rp4,19 miliar. Safuadi juga menjelaskan bahwa pendapatan dari penerimaan negara bukan pajak (PNPB) menyentuh angka Rp712,01 miliar, yang terealisasi sebesar 115,04 persen. Peningkatan PNPB ini dipengaruhi oleh peningkatan penerimaan badan layanan umum serta kontribusi dari pemanfaatan tanah dan bangunan barang milik negara yang mencapai Rp8,031 miliar. Di sisi lain, pada sektor pengeluaran, realisasi belanja APBN untuk Regional Aceh hingga 31 Juli 2024 tercatat sebesar Rp17,56 triliun atau 43,18 persen. Safuadi mengungkapkan bahwa belanja tersebut didominasi oleh belanja operasional yang mencapai Rp12,66 triliun. Sedangkan belanja modal hanya menyentuh Rp839,47 miliar atau baru 21,05 persen. Ia menekankan bahwa rendahnya realisasi belanja modal harus menjadi perhatian serius, mengingat peran penting belanja modal dalam pembangunan daerah. Secara keseluruhan, kinerja pendapatan dan pengeluaran negara di Aceh menunjukkan potensi yang signifikan, meski terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan. ANTARA