**Borneonews**, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat mengalami penguatan sejalan dengan tren positif yang terjadi di bursa saham kawasan Asia dan global. IHSG dibuka dengan kenaikan sebesar 6,87 poin atau 0,09 persen, mencapai posisi 7.442,91. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencerminkan 45 saham unggulan, juga mengalami kenaikan, dengan bertambah 1,37 poin atau 0,15 persen, sehingga menempati posisi 924,01.
Menurut Ratih Mustikoningsih, seorang Financial Expert dari Ajaib Sekuritas, IHSG hari ini diprediksi akan bergerak menguat dalam rentang (range) antara 7.370 hingga 7.480. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan sebesar 0,47 miliar dolar Amerika Serikat (AS), meskipun angka tersebut lebih rendah dibandingkan surplus pada Juni 2024 yang tercatat sebesar 2,39 miliar dolar AS.
Dari sisi ekspor, dalam periode bulanan, terdapat pertumbuhan sebesar 6,55 persen (yoy), dengan nilai total ekspor mencapai 22,21 miliar dolar AS. Sementara itu, impor juga mengalami pertumbuhan sebesar 17,82 persen (yoy), dengan nilai mencapai 21,74 miliar dolar AS. Di antara komoditas ekspor nonmigas yang mencatat peningkatan, terdapat bijih logam, logam mulia, serta mesin dan peralatan elektrik.
Berdasarkan data neraca dagang, negara tujuan ekspor terbesar untuk Indonesia adalah China, Amerika Serikat, dan Jepang, yang secara keseluruhan menunjukkan neraca dagang nasional surplus selama 51 bulan berturut-turut.
Dari informasi internasional, penjualan ritel di AS untuk bulan Juli 2024 tumbuh sebesar 2,7 persen (yoy), menunjukkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 2 persen (yoy). Dalam konteks bulanan, penjualan ritel meningkat 1 persen, lebih baik dibandingkan dengan kontraksi sebesar 0,2 persen yang terjadi pada Juni 2024.
Di sisi lain, penjualan ritel di China untuk bulan Juli 2024 juga menunjukkan pertumbuhan yang serupa, yaitu sebesar 2,7 persen (yoy), meningkat dari 2 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan dampak positif dari pemangkasan suku bunga oleh PBOC ke level terendah yang berfungsi sebagai dorongan bagi konsumsi masyarakat.
Dalam perdagangan bursa saham regional Asia pada pagi hari ini, indeks-indeks utama memperlihatkan tren penguatan. Indeks Nikkei meningkat sebesar 1.097,19 poin atau 2,99 persen, mencapai posisi 37.823,80. Indeks Hang Seng mencatat kenaikan 293,63 poin atau 1,72 persen ke angka 17.402,77. Indeks Shanghai juga mengalami peningkatan sebesar 10,94 poin atau 0,38 persen, sehingga menempatkannya pada posisi 2.888,31. Sementara itu, indeks Straits Times bertambah 34,95 poin atau 1,05 persen, mencapai 3.350,68.
ANTARA
IHSG Menguat, Surplus Neraca Perdagangan Turun Menjadi 0,47 Miliar USD
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







