JAKARTA –
**Borneonews**, Jakarta - Pembalap Gresini Racing, Marc Marquez, menyatakan keyakinan untuk meraih kemenangan pada Grand Prix Austria yang akan berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring pada akhir pekan ini. Marquez mengungkapkan, “Saya kehilangan tiga kemenangan berturut-turut di lap terakhir di Red Bull Ring. Ini adalah sirkuit yang saya sukai dan biasanya membuat saya merasa nyaman.” Pernyataan tersebut diambil dari keterangan resmi MotoGP. Optimisme Marquez tidak terlepas dari karakteristik Sirkuit Red Bull Ring yang dinilai cocok dengan gaya berkendara serta mesin Ducati. Meskipun demikian, juara dunia delapan kali ini menyadari perlu mewaspadai para rival terdekatnya, yang juga menunggangi motor Ducati. Ia berkomentar, “Sekarang saya mengendarai motor terbaik di Red Bull Ring, yaitu Ducati, tetapi ketiga pembalap (kuat) ini – Francesco Bagnaia, Jorge Martin, dan Enea Bastianini – juga mengendarai motor yang sama.” Marquez menambahkan, “Mereka sebenarnya lebih cepat dari saya, jadi saya harus terus melaju, terus memacu diri, terus belajar dan mari kita lihat apakah kami akan lebih dekat (dan kompetitif).” Di sisi lain, Enea Bastianini, pembalap tim pabrikan Ducati, menyatakan keinginannya untuk mempertahankan performa baik pada balapan mendatang. Bastianini tampil dominan pada balapan Sprint dan balapan utama GP Inggris dua pekan lalu. Ia menyatakan, “Akan bagus jika kami dapat mempertahankan performa ini hingga akhir musim, dan saya sangat senang karena saya memenangkan Sprint untuk pertama kalinya, karena biasanya saya bukan salah satu yang terbaik dalam balapan itu. Saya mencoba untuk meningkatkan performa setiap saat.” Bastianini juga memberikan catatan mengenai Sirkuit Red Bull Ring yang sesuai untuk motor Ducati, walaupun ia mengingatkan bahwa pabrikan lain, seperti KTM, juga sangat kompetitif di sirkuit ini. Ia menegaskan, “Saya siap dan yakin untuk mendapatkan hasil yang bagus, jadi mari kita lihat.” Dengan pernyataan ini, Bastianini menunjukkan kesiapan dan keyakinan untuk menghadapi tantangan di balapan yang akan datang. ANTARA