SURABAYA –
**Borneonews**, Surabaya - Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa shalawat merupakan salah satu cara untuk menjaga kebhinnekaan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dalam kesempatan yang berlangsung pada kegiatan Lumajang Bershalawat, Khofifah mengisahkan sebuah peristiwa yang terjadi sebelum Afghanistan jatuh ke tangan Taliban. Saat itu, Presiden Ashraf Ghani bertanya kepada Presiden Joko Widodo mengenai jumlah suku yang ada di Indonesia. Presiden Jokowi menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat sebanyak 714 suku. Pernyataan tersebut mengejutkan Presiden Ashraf Ghani. Dengan banyaknya suku yang ada di Indonesia, ia bertanya-tanya tentang bagaimana negara ini dapat tetap aman, damai, dan menjaga kerukunan antar warganya. Di sisi lain, Afghanistan yang hanya terdiri dari tujuh suku sering kali mengalami perpecahan akibat masalah yang diminimalkan. Hal tersebut pun memunculkan pertanyaan tentang rahasia yang membuat Indonesia berhasil menjaga keutuhannya sebagai sebuah negara. Khofifah menjelaskan bahwa terdapat banyak cara dan elemen yang berkontribusi dalam merawat keutuhan negeri ini. Para guru dan tokoh agama kita senantiasa mengajarkan beragam shalawat dan zikir, yang sejatinya adalah bentuk pengajaran tentang kedamaian. Menurutnya, melantunkan shalawat dan zikir dapat mendatangkan ketenangan bagi hati yang gelisah, kalut, atau galau. Melalui syahdu shalawat dan zikir, hati yang awalnya gundah dapat menjadi tenang, serta pikiran menjadi lebih jernih. Selain itu, shalawat juga mendatangkan berkah dari Allah SWT. Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa ketenangan tersebut berfungsi untuk merawat bangsa dan negara. Shalawat yang dilantunkan menjadi cara untuk mencintai bangsa Indonesia dan menjaga kebhinnekaan yang ada. Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Pemkab Lumajang, khususnya kepada Pj Bupati Lumajang Indah Wahyuni serta HIPMI Lumajang, yang telah berinisiatif menggelar majelis Lumajang Bershalawat dalam rangka peringatan HUT ke-79 RI. Khofifah juga menegaskan bahwa majelis yang melantunkan shalawat ini akan melangitkan doa-doa masyarakat Lumajang. Dalam harapannya, ia meminta agar Allah SWT menurunkan keberkahan, kedamaian, dan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Lumajang, serta untuk masyarakat Jawa Timur dan seluruh bangsa Indonesia. Ia mengakhiri dengan harapan semoga Allah menjadikan negeri ini sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur, sebuah bangsa yang penuh ketentraman dan dilimpahkan keberkahan kepada seluruh penduduknya. ANTARA