JAKARTA –
**Borneonews, Jakarta** - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengatasi kerawanan pangan. Kerja sama ini berfokus pada penelitian, inovasi, serta pengembangan program-program yang mendukung ketahanan pangan nasional. Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas, Nyoto Suwignyo, menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut. "Kami membangun kerja sama dengan berbagai pihak. Dan pada hari ini dengan UGM kita memperkuat komitmen bersama untuk menghadapi tantangan kerawanan pangan dan gizi," ungkapnya dalam keterangan pers. Nyoto menjelaskan bahwa pihaknya berupaya untuk meningkatkan sinergi dalam pencegahan dan penanganan kerawanan pangan serta gizi. Salah satu langkah konkret dalam kerja sama ini adalah penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan di Yogyakarta. Pemerintah melalui Bapanas menunjukkan komitmen yang kuat dalam menurunkan kerawanan pangan dan gizi di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi ini, Nyoto berharap akan muncul berbagai solusi inovatif yang tidak hanya memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan dan gizi yang berkelanjutan. Ia menegaskan, "Kekurangan gizi pada usia dini akan berimplikasi pada perkembangan anak dan selanjutnya perkembangan potensi diri pada usia produktif. Kami berharap sinergi ini dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan perkembangan gizi di Indonesia." Dari kajian terbaru yang dilakukan, peta Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) 2023 menunjukkan penurunan jumlah daerah yang rentan terhadap kerawanan pangan, yang tercatat berkurang dari 74 kabupaten/kota pada tahun 2022 menjadi 68 kabupaten/kota pada tahun 2023. Nyoto menambahkan, "Ini terus kita dorong sehingga daerah-daerah rentan rawan pangan bisa naik statusnya menjadi daerah tahan pangan pada tahun 2025." Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada, menegaskan bahwa kerawanan pangan dan gizi adalah tanggung jawab bersama. Dengan pertumbuhan populasi yang terus meningkat, maka kebutuhan pangan juga akan semakin besar. Jaka menyatakan pentingnya pemenuhan pangan yang cukup. "Kami menyadari akan ada tantangan berat di depan yang harus dihadapi dan mulai saat ini kita harus mempersiapkan agar permasalahan pangan di masa mendatang dapat diatasi dengan baik. Saya optimis kerja keras kita bersama hari ini akan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara," ujarnya. Kerja sama antara Bapanas dan UGM mencakup berbagai aspek, mulai dari penelitian dan pengembangan kebijakan pangan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pelaksanaan program-program intervensi yang berbasis data dan teknologi. Sinergi ini diharapkan bisa memanfaatkan keunggulan akademik dan penelitian dari UGM serta pengalaman Bapanas dalam pengelolaan pangan nasional untuk menciptakan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. Di kesempatan yang berbeda, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, memberikan apresiasi terhadap kolaborasi yang telah dibangun dalam penanganan isu-isu terkait pangan dan gizi. Menurut Arief, sinergi antara lembaga pemerintah dan perguruan tinggi sangatlah penting untuk mengatasi permasalahan kerawanan pangan dan gizi. "Kami berkomitmen untuk mengintegrasikan berbagai kebijakan dan program untuk memastikan bahwa setiap individu, terutama yang berada dalam kondisi rentan, mendapatkan akses yang memadai terhadap pangan bergizi," tegasnya. ANTARA