BANGKA BELITUNG –
**Borneonews**, Pangkalpinang - Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Safrizal ZA, telah resmi mengukuhkan 30 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) untuk Tahun 2024. Mereka akan bertugas mengibarkan Bendera Merah Putih dalam upacara memperingati Hari Ulang Tahun yang ke-79 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2024 di Negeri Serumpun Sebalai. Pengukuhan ini bertujuan untuk memberikan kepercayaan diri dan semangat kepada para pengibar bendera. Safrizal ZA menekankan pentingnya acara ini dalam menyiapkan para anggota Paskibraka menghadapi tanggung jawab yang akan datang. "Pengukuhan ini untuk memberikan kepercayaan diri dan semangat kepada para pengibar bendera pada 17 Agustus 2024," ungkapnya di Pangkalpinang. Dalam kegiatan tersebut, Safrizal juga mengumumkan bahwa di antara 30 anggota Paskibraka, terdapat dua orang yang akan mewakili Bangka Belitung di tingkat nasional, yakni Bunga Puspitasari dan Febri Arwansyah. Penunjukan kedua nama tersebut merupakan bagian dari prosesi yang diatur secara nasional. Pelaksanaan prosesi pengukuhan dilakukan dengan penuh hikmat pada malam hari, tepatnya pada Kamis, 15 Agustus. Acara dipimpin oleh Ahmad Yani, yang merupakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Babel. Mereka menyatakan Ikrar Putra Indonesia yang diikuti oleh seluruh anggota Paskibraka. Dicky Annas Firdaus berperan sebagai pemimpin upacara dan dengan haru memegang erat Sang Merah Putih yang diletakkan di bagian dada kirinya saat mengucapkan ikrar bersama. Pada momen yang bersejarah ini, Pj Gubernur Safrizal juga melakukan penyematan lencana dan pemasangan kendit secara simbolis kepada Dicky sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya. Menanggapi isu yang beredar mengenai prosesi pengukuhan Paskibraka Nasional, Pj Gubernur Safrizal menegaskan bahwa informasi tersebut telah dikoreksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Sebaiknya memang begitu, agar tetap menjadi keberagaman dan merupakan bagian daripada ciri khas bangsa Indonesia yang menganut walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu, Bhineka Tunggal Ika," tuturnya. ANTARA