SAMARINDA –
**Borneonews, Penajam Paser Utara** - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang melakukan penataan sistem pengairan untuk sawah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, agar daerah tersebut dapat berfungsi sebagai lumbung pangan bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang merupakan ibu kota baru Indonesia. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), menyampaikan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki area persawahan yang cukup luas, khususnya di Kecamatan Babulu. Daerah ini diharapkan dapat berkontribusi dalam penyediaan kebutuhan IKN di masa depan. Dalam kunjungan ke Expo IKN 2024 di Kabupaten Penajam Paser Utara, Basuki menegaskan pentingnya penataan sistem pengairan dalam rangka meningkatkan produksi padi. Ia menambahkan bahwa penataan irigasi ini juga mencakup pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake yang terletak di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Penajam Paser Utara. OIKN dan Kementerian PUPR sepakat menjadikan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai lumbung pangan untuk ibu kota baru Indonesia. Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake telah dimulai pada tahun 2020. Rencana pembangunan bendung ini mencakup area seluas 74.307 hektare yang terbagi antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser, dengan anggaran diperkirakan sebesar Rp759,8 miliar. Meskipun demikian, Kementerian PUPR memutuskan untuk mengalihkan anggaran pembangunan fisik untuk Bendung Gerak Sungai Talake ke proyek pengadaan air di Kecamatan Sepaku demi memenuhi kebutuhan air bersih Kota Nusantara. Pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake diprediksi dapat mengairi 14.000 hektare lahan sawah di Kabupaten Paser dan 8.000 hektare di Kabupaten Penajam Paser Utara. Minister PUPR menjelaskan bahwa rencana pembangunan Bendung Gerak Sungai akan direalisasikan pada tahun 2025. Infrastruktur pertanian ini diharapkan dapat mendukung pengairan lahan persawahan di Kabupaten Paser serta Penajam Paser Utara. Saat ini, para petani di daerah tersebut masih bergantung pada air hujan untuk mengairi lahan pertanian mereka dan sangat menantikan terealisasinya pembangunan Bendung Gerak Sungai Talake di Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser. Bendung Gerak Sungai Talake menjadi bagian dari persiapan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi Ibu Kota baru Indonesia, demikian disampaikan oleh Basuki Hadimuljono. ANTARA